Kamis, 23 Oktober 2014

Pemkab Parigi Moutong siapkan penyeberangan

| 3.658 Views
id banjir bandang, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah
Mulai besok kami akan menyiapkan kantinting (perahu bermotor tempel) untuk menyeberangkan orang dan perahu tambangan (jembatan bergerak menggunakan sejumlah perahu yang digabungkan) untuk menyeberangkan kendaraan bermotor,"
Palu (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, segera membangun sarana penyeberangan untuk mengatasi kemacetan total di jalan Trans Sulawesi akibat putusnya jembatan rangka baja Boyantongo akibAt banjir bandang, Jumat (25/8).

Saat meninjau jembatan Boyantongo, sekitar delapan kilometer dari Kota Parigi, Minggu petang, Wakil Bupati Parigi Moutong Kemal Toana mengatakan bahwa pihaknya akan menyediakan dua sarana penyeberangan di tempat itu.

"Mulai besok kami akan menyiapkan kantinting (perahu bermotor tempel) untuk menyeberangkan orang dan perahu tambangan (jembatan bergerak menggunakan sejumlah perahu yang digabungkan) untuk menyeberangkan kendaraan bermotor," katanya.

Pembangunan sarana penyeberangan di jembatan Boyantongo itu, kata Kemal, akan dimulai Senin (27/8), dan diharapkan bisa beroperasi dalam waktu dua atau tiga hari ke depan.

Selain membangun sarana penyeberangan, pihakya juga akan membersihkan jalan raya yang tertutup sedimetasi yang dibawa banjir dari hulu sungai berupa kayu-kayu gelondongan.

Material ini juga menghantam rumah-rumah penduduk di pinggiran sungai dan merobohkan tiang-tiang listrik sehingga aliran listrik di daerah itu putus total.

"Ada sekitar dua kilometer jalan yang tertimbun material lumpur sehingga tidak bisa dilewati sama sekali," kata Kasat Lantas Polres Parigi AKP Suryadi yang dihubungi terpisah melalui telepon.

Wartawan ANTARA Anas Massa dari lokasi jembatan putus melaporkan Minggu petang, banjir bandang akibat hujan deras sepanjang Sabtu (25/8) mengakibatkan jembatan Boyantongo putus di bagian tengah.

Separuh dari rangka baja jembatan permanen sepanjang 112 meter itu diseret banjir sehingga sekitar 20 meter. Derasnya air yang membawa material kayu-kayu gelondongan ribuan meter kubik itu tidak mampu ditahan oleh jembatan ini.

Sekarang, kata Anas, hubungan lalu lintas terputus total karena selain jembatan putus, jalan raya di Desa Boyantongo tidak bisa dilewati karena tertimbou material kayu dan lumpur, baik dengan jalan kaki maupun kendaraan bermotor.

Ratusan kendaraan kini tertahan di kedua sisi jalan putus, terutama angkutan umum dari berbagai daerah seperti Poso, Morowali dan Sulawesi Selatan ke arah Palu, Gorontalo dan Manado, begitu juga sebaliknya.

Beberapa kendaraan memilih untuk memutar haluan, namun kendaraan-kendaraan angkutan kota antarprovinsi (AKAP) terpaksa menginap untuk menantikan terbukanya akses jalan di lokasi tersebut.

"Sedang diupayakan agar kendaraan angkutan saling bertukar penumpang, namun hal itu belum bisa dilakukan karena sungai di Boyantongo itu belum bisa diseberangi dan jalan raya masih tertutup material kayu," ujar Kasat Lantas Polres Parigi, AKP Suryadi.

(BK03*R007)


Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga