Senin, 1 September 2014

Empat ekskavator bersihkan kayu dan lumpur penutup Trans Sulawesi

Senin, 27 Agustus 2012 07:56 WIB | 3.195 Views
Parigi, Sulteng (ANTARA News) - Dinas Pekerjaan Umum Sulawesi Tengah mengerahkan empat ekskavator untuk menggusur material berupa batang-batang kayu dan lumpur yang menutupi jalan Trans Sulawesi akibat banjir bandang yang melanda Kecamatan parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (25/8) malam.

Wartawan ANTARA dari lokasi bencana melaporkan Senin pagi, tiga ekskavator tampak mulai menggusur material yang dibawa lumpur yang menutupi jalan sepanjang sekitar satu kilometer di Desa Boyantongo, sekitar delapan kilometer selatan Kota Parigi, Ibu Kota Kabupaten Parigi.

Satu ekskavator lainnya tampak berusaha menggali sebuah rumah yang tertimbun lumpur dan sedimentasi lainnya di Desa Gangga, karena diduga ada seorang anak berusia dua tahun tertimbun di dalam reruntuhan rumah itu.

Sementara itu, lebih 100 buah mobil, sebagian besar adalah bus-bus angkutan penumpang antarkota dalam provinsi Sulteng dan antarkota antarprovinsi Sulawesi masih menumpuk di kedua sisi jembatan Boyantongo yang putus karena tidak ada jalan lain untuk melanjutkan perjalanan.

Sekalipun jalan raya sudah bersih dari sedimentasi yang dibawa banjir, namun kendaraan tetap belum bisa melintas di jalur padat kendaraan itu karena jembatan beton rangka baja sepanjang 150 meter di Boyantongo hanyut diseret banjir.

Kepala Dinas PU Sulteng Syaifullah Djafar setelah menyaksikan kerusakan jembatan itu Minggu (26/8) mengatakan bahwa pihaknya akan memprioritaskan pembukaan akses di jembatan itu agar lalu lintas di jalan trans Sulawesi bisa segera normal kembali.

Syaifullah tidak merinci upaya darurat yang akan dilakukan namun Wakil Bupati Parigi Moutong mengemukakan, salah satu langkah darurat membuka akses trans Sulawesi adalah membuat perahu tambangan.

Perahu tambangan ini adalah sarana penyeberangan untuk kendaraan bermotor dan manusia yang dibuat dengan merangkai sejumlah perahu menjadi sebuah jembatan dan digerakkan oleh mesin.

Khusus untuk menyeberangkan orang dan sepeda motor, masyarakat di Boyantongo mulai Senin pagi telah mengoperasikan sebuah katinting (perahu bermotor tempel) di muara sungai Boyantongo.

Biaya penyeberangan dipungut Rp25.000/orang dan sepeda motor Rp50.000/buah.

Meski agak mahal, namun jasa katinting ini banyak digunakan warga terutama para penumpang angkutan umum yang akan bertukar kendaraan di seberang Sungai Boyantongo agar bisa segera melanjutkan perjalanan mereka ke tempat tujuan. (BK03*R007/R007)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga