Rabu, 30 Juli 2014

Lukman: kesadaran kemajemukan harus ditekankan

Selasa, 28 Agustus 2012 21:17 WIB | 2.174 Views
Lukman: kesadaran kemajemukan harus ditekankan
Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin (ANTARA/Widodo S. Jusuf)
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin mengemukakan, kasus Sampang sungguh menyayat hati dan kian menyadarkan bahwa hidup dalam kemajemukan harus makin ditekankan dalam kesadaran kolektif bangsa.

"Keragaman pada diri bangsa ini adalah sesuatu yang sunnatullah (`given`) yang memang menjadi kehendak Tuhan. Yang dituntut kepada kita bukanlah untuk menyeragamkan keragaman, tapi menyikapi berbagai perbedaan dengan penuh kearifan," kata Lukman Hakim Saifuddin yang juga Wakil Ketua Umum DPP PPP di Jakarta, Senin, terkait dengan tragedi Sampang, Minggu (26/8).

Lukman mengatakan, melihat kasus Sampang tak bisa parsial, hanya sepotong-potong. Tak bisa disimpulkan hanya karena adanya perbedaan paham keagamaan antara Sunni dan Syiah semata.

Peristiwa Sampang itu yang meledak untuk kedua kalinya, merupakan perseteruan laten yang diakibatkan karena adanya multikonflik yang saling terkait satu dengan lainnya. Ada konflik keluarga, rebutan pengaruh, rebutan sumber ekonomi dan sengketa politik lokal akibat dan jelang pilkada.

Berbagai konflik yang sudah berlangsung lama itu makin dipertajam dengan adanya perbedaan paham keagamaan Sunni-Syiah.

"Di sisi lain, kita akui karakter khas masyarakat Madura yang amat menjunjung tinggi harga-diri, sehingga persoalan yang mungkin `biasa` bagi orang lain bisa menjadi amat prinsipiil bagi mereka," katanya.

"Kami apresiasi Pemerintah berikut aparatnya yang telah menyantuni korban. Tapi itu langkah darurat jangka amat pendek," katanya.

Penegakan hukum harus dilakukan, baik terhadap mereka yang melakukan tindak kriminal pembakaran, penganiayaan, pembunuhan maupun terhadap pihak-pihak yang memprovokasi masyarakat dengan menyebarkan ajaran yang bisa dikategorikan sebagai penodaan/ penistaan agama.

"Ke depan yang juga mendesak adalah menghadirkan negara, dengan melibatkan semua tokoh formal dan informal, untuk menciptakan masyarakat kita yang lebih berkesadaran bahwa kemajemukan itu mendatangkan berkah, bukan musibah," katanya.

(S023/A011) 

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga