Kamis, 23 Oktober 2014

Minyak menguat karena Badai Isaac dekati pantai teluk AS

| 2.298 Views
id harga minyak dunia, badai Isaac
Minyak menguat karena Badai Isaac dekati pantai teluk AS
Gelombang menghantam jalan raya 'El Malecon' di tepi laut di Havana, Kuba, Minggu (26/8). Badai Tropis Isaac menghantam Florida selatan dengan angin dan hujan deras setelah menghantam daerah Karibia, mengganggu rencana Konvensi Nasional Partai Republik di Tampa dan mengancam akan mempengaruhi sekitar setengah hasil minyak lepas pantai AS. Badai Isaac diperkirakan akan menjadi lebih dan menjadi badai Kategori 2 serta menghantam Pantai Teluk antara Florida dan Louisiana Amerika Serikat sekitar tengah pekan ini, menurut Pusat Badai Nasional AS (NHC). (REUTERS/Desmond Boylan)
Semua mata tetap tertuju pada Badai Isaac yang mungkin menyebabkan masalah lebih lanjut dengan potensi gangguan yang serius pada kilang minyak (untuk) di Pantai Teluk wilayah AS.
New York (ANTARA News) - Harga minyak global berakhir lebih tinggi pada Selasa (Rabu pagi WIB), sekalipun menteri keuangan Prancis mengatakan Kelompok Tujuh (G7) ekonomi terkemuka akan menekan produsen utama untuk meningkatkan produksi.

Dolar yang lebih rendah dan penutupan sebagian besar produksi minyak dan gas di Teluk Meksiko Amerika Serikat (AS) karena Badai Isaac menimpa wilayah tersebut membantu menjaga harga lebih tinggi untuk hari ini. Demikian diberitakan AFP -- yang dipantau oleh ANTARA News, di Jakarta, Rabu.

Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet WTI untuk pengiriman Oktober, bertambah 86 sen menjadi ditutup pada 96,33 dolar AS per barel. Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Oktober naik 32 sen menjadi menetap pada 112,58 dolar AS per barel.

Sekitar 93 persen dari produksi minyak dan 67 persen produksi gas alam ditutup di Teluk AS, dan hampir satu juta barel per hari kapasitas penyulingan terkunci, kata pemerintah, karena intensitas Badai Isaac meningkat menjadi topan kategori satu di atas perairan dan langsung menuju ke New Orleans, sebuah pusat penyulingan utama.

Sementara itu kenaikan euro juga diakui menarik minyak mentah yang lebih tinggi -- membuat minyak mentah yang dihargakan dalam dolar lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang menguat.

"Harga minyak mentah terkoreksi lebih tinggi pada Selasa, didukung oleh dolar AS yang lebih lemah dan `rebound` di pasar ekuitas global," kata analis Sucden, Myrto Sokou.

"Semua mata tetap tertuju pada Badai Isaac yang mungkin menyebabkan masalah lebih lanjut dengan potensi gangguan yang serius pada kilang minyak (untuk) di Pantai Teluk wilayah AS," tambah Sokou.

Sementara itu, perdagangan "after-market" New York tampak bereaksi sedikit terhadap Menteri Keuangan Prancis Pierre Moscovici, yang mengatakan bahwa kelompok negara-negara industri G7 akan mendesak produsen minyak dunia untuk meningkatkan produksi mereka.

"Saya baru saja mencapai kesepakatan bahwa rekan-rekan G7 saya ... menandatangani pernyataan menyerukan kenaikan produksi oleh negara penghasil minyak untuk mengurangi harga bensin," kata menteri kepada penyiar televisi TF1 Prancis.

Di bawah tekanan politik yang akut di Prancis untuk mengurangi harga bahan bakar (bensin) di SPBU, Moscovici pada Selasa pagi mengumumkan, pemerintah akan mengeluarkan 300 juta euro (375 juta dolar AS) untuk menurunkan harga sementara di SPBU bagi para pengendara kendaraan bermotor.

(A026)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga