Jakarta (ANTARA News) - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Taufiq Kiemas menegaskan bahwa di tengah berlangsungnya praktik liberalisme politik, MPR tetap menjaga marwah demokrasi yang sesuai dengan kepribadian bangsa yakni musyawarah dan mufakat.

"Kami bersyukur, di tengah berlangsungnya praktik liberalisme politik saat ini, MPR tetap berusaha menjaga marwah demokrasi yang sesuai dengan kepribadian bangsa yakni demokrasi musyawarah dan mufakat," katanya saat menyampaikan pidato pada peringatan Hari Konstitusi dan HUT ke-67 MPR RI di Senayan Jakarta, Kamis.

Acara peringatan Hari Konstitusi juga diisi dengan pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dibacakan oleh Menko Kesra Agung Laksono, ketua DPD Irman Gusman, Ketua DPR Marzuki, dan Ketua MPR Taufiq Kiemas.

Taufiq mencontohkan demokrasi musyawarah dan mufakat yang dilaksanakan MPR tercermin dari pelaksanaan tugas Tim Kerja Sosialisasi MPR yang membahas, merumuskan dan menetapkan buku pedoman materi sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

Bahkan, meskipun UUD 1945 hasil perubahan tahun 1999-2002 telah menghapuskan status MPR sebagai lembaga tertinggi negara, namun dalam pandangannya masih sebagai lembaga tertinggi negara.

"Saya berpandangan, MPR saat ini secara substantif tetap berfungsi sebagai lembaga tertinggi negara, mengingat peran MPR sebagai satu-satunya lembaga yang berwenang mengubah dan menetapkan UUD," kata Taufiq Kiemas.

(J004/E011)