Minggu, 26 Oktober 2014

Korea Selatan tolak Jepang mengenai sengketa pulau

| 5.015 Views
id lee myung bak, korea selatan, akihito, sengketa korea, sengketa jepang, dokdo
Korea Selatan tolak Jepang mengenai sengketa pulau
Asosiasi Sarana Impor Sepeda Motor Korea dan kelompok pengguna sepeda motor asal Jepang, membakar bendera dan motor keluaran Jepang dalam aksi anti Jepang di Seoul, Sabtu (25/8). Pengunjuk rasa menuntut pemerintah Jepang berhenti klaim mereka atas pulau terpencil yang disebut Dokdo oleh warga Korea dan Takeshima oleh rakyat Jepang dan menyatakan mereka akan memboikot motor buatan Jepang. (REUTERS/Park Mun-ho/Newsis)
... Kaisar Akihito harus secara tulus meminta maaf atas ekses-ekses di masa lalu seandainya ia ingin mengunjungi Korea Selatan...
Seoul (ANTARA News) - Korea Selatan, Kamis, mengirim dokumen diplomatik menolak usul Jepang agar kedua negara itu minta Mahkamah Internasional menyelesaikan pertikaian menyangkut pulau yang mereka sengketakan.

Korea Selatan pada pekan lalu menerima "nota tertulis" dari Jepang, yang menyarankan kedua pihak mengajukan sengketa itu ke Mahkamah Internasional untuk diselesaikan.

Jawaban Seoul diberikan Kamis melalui seorang diplomat Jepang di Seoul, kata seorang juru bicara kementerian luar negeri, yang menolak merinci.

"Dokumen itu menekankan sikap Seoul bahwa tidak ada sengketa wilayah mengenai pulau-pulau di Laut Jepang (Laut Timur), yang dikenal di Kosel sebagai Dokdo dan Jepang menamakannya Takeshima," kata kantor berita Yonhap.

Hubungan kedua negara tegang sejak Presiden Korsel, Lee Myung-bak, mengunjungi pulau-pulau yang dikuasai Seoul 10 Agustus.

Ia mengatakan kunjungannya, pertama oleh seorang presiden Korsel, bertujuan untuk mendesak Jepang menyelesaikan keluhan-keluhan yang ditinggalkan kekuasaan kolonialnya tahun 1910-1945 atas Korea.

Lee membuat Jepang semakin marah karena mengatakan, "Kaisar Akihito harus secara tulus meminta maaf atas ekses-ekses di masa lalu seandainya ia ingin mengunjungi Korea Selatan".

Jepang membatalkan satu pertemuan menteri-menteri keuangan yang menurut rencanaa diselengarakan bulan ini.

(H-RN/B002)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga