Sabtu, 1 November 2014

Kasus keracunan yang tewaskan dua orang diselidiki

| 5.336 Views
id keracunan makanan, tempe lamtorogung, boyolali
Bakteri `coco` pada kelapa dapat berkembang dengan cepat
Boyolali (ANTARA News) - Jajaran Kepolisian Resor Boyolali masih menyelidiki kasus keracunan makanan yang menyebabkan dua orang tewas di Dukuh Bawang, Desa Kauman, dengan memintai keterangan sejumlah orang.

Kepala Polres Boyolali AKBP Budi Haryanto melalui Kapolsek Kemusu AKP Joko Wasono di Boyolali Kamis mengatakan, dua korban meninggal diduga akibat keracunan makanan tempe lantorogung, yakni Sukinah (62) dan tetangganya Sumiyatun (28), warga Bawang, Desa Kauman, Kecamatan Kemusu, setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Menurut Kapolsek, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan meminta keterangan sejumlah saksi yang mengaku tempe tersebut rasanya memang pahit.

Peristiwa tersebut berawal dari Sukinah yanga membeli tempe lantorogung di Pasar Guwo, pada Sabtu (25/8).

Tempe tersebut dipotong-potong dan sebagian digoreng dengan menggunakan tepung dan lainnya disayur dengan santan kelapa.

Setelah matang, Sukinah menyantap bersama keluarganya. Sumiyatun tetangganya datang bertamu ke rumah Sukinah yang kemudian juga turut makan tempe tersebut.

Sukinah beberapa saat kemudian merasa mual dan langsung muntah-muntah. Keluarga korban langsung membawa ke Rumah Sakit Busro di Karanggede untuk mendapatkan perawatan.

Namun, Sukinah tidak tertolong jiwanya di rumah sakit setempat, pada Selasa (28/8) sekitar pukul 21.00 WIB, sedangkan korban lainnya Sumiyatun yang kondisinya kritis kemudian dirujuk ke RSU Dr. Moewardi Solo dan dia akhirnya meninggal, Rabu (29/8) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kapolsek menjelaskan, pihaknya selain memeriksa para saksi, juga berupaya mencari sisa barang bukti untuk dibawa ke Labfor Semarang.

Pihaknya berharap, dari keterangan saksi tersebut dapat mengetahui siapa penjual tempe mentah di Pasar Guwo itu.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali Samsudin bahwa sebenarnya yang makan tempe tidak hanya kedua korban. Anggota keluarga Sukinah juga turut makan tempe itu, dan sebagian diberikan kepada Sumiyatun yang masih tetangganya.

Ia menjelaskan, ada empat anggota keluarga Suminah yang ikut makan yaitu, Parjo, Kasmo, Parno, Maryatun. Mereka turut dirawat di rumah sakit, tetapi kondisinya sudah membaik.

Menurut dia, dugaan sementara keracunan tersebut disebabkan korban mengonsumsi tempe yang disayur dengan santan kelapa.

Hal tersebut, lanjut dia, dari menilik masa inkubasi bakteri penyebab keracunan sekitar empat hingga delapan jam setelah korban makan.

"Bakteri `coco` pada kelapa dapat berkembang dengan cepat," kata Syamsudin.

(B018/M026)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga