Senin, 20 Oktober 2014

Presiden perintahkan Polri selidiki penembakan di Solo

| 5.339 Views
id Presiden Yudhoyono, Pilkada DKI, Joko Widodo, kerusuhan solo, penembakan solo, julian pasha aldrin
Presiden perintahkan Polri selidiki penembakan di Solo
Dokumen foto polisi memeriksa lokasi penembakan Pos Polisi Singosaren Plaza, Solo, Jawa Tengah, Kamis (30/8) malam. (ANTARA/Andika Betha)
"Saya sendiri juga heran ada gejala apa ini?"
Jakarta  (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan Kepala Kepolisian Negara RI (Kapolri) segera menindaklanjuti peristiwa penembakan atas anggotanya di Solo agar kasus tersebut dapat segera diungkap dan dituntaskan.

Juru bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, kepada wartawan di Kompleks Istana Presiden Jakarta, Jumat mengatakan bahwa Kepala Negara telah mendengar informasi tersebut, dan segera meminta ada penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan aparat penegak hukum.

"Presiden telah mendengar dan menerima informasi kasus penembakan oleh orang tidak dikenal di Kota Solo itu semalam, dan telah diinstruksikan kepada Kapolri dan jajaran kepolisian untuk menindaklanjuti dengan penyelidikan dan penyidikan terhadap orang tidak dikenal yang melakukan penembakan di Solo itu," kata Julian.

Ia mengatakan, saat ini pihak kepolisian sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan sehingga dalam waktu dekat bisa segera disampaikan kepada publik mengenai latar belakang aksi penembakan itu.

"Kita tahu bahwa beberapa kali terakhir ada kasus penembakan, pelemparan granat, dan aksi yang diklasifikasikan bisa meresahkan masyarakat di sana, tentu pihak Kepolisian diminta untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat di Kota Solo," katanya.

Julian juga mengatakan, bila pihak kepolisian memerlukan unsur-unsur aparat penegak hukum lainnya, tentunya baik TNI maupun kalangan intelijen akan memberikan bantuannya.

"Kalau dianggap diperlukan, misalnya TNI, tentu dalam hal ini kepolisian ataupun TNI dan juga tentu intelijen akan bekerja lebih aktif intens untuk bisa paling tidak kasus-kasus tidak terjadi lagi di Solo," katanya.

Saat ini, motif gangguan terhadap ketentraman masyarakat di Kota Solo belum diketahui, namun demikian bila pihak kepolisian sudah melakukan penyelidikan dan penyidikan maka akan disampaikan informasi tersebut kepada masyarakat.

Julian juga mengatakan dari keterangan pihak kepolisian hingga saat ini belum ada indikasi keterkaitan antara peristiwa di Solo dengan pelaksanaan pemilihan kepala daerah di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, karena Wali Kota Solo, Joko Widodo (Jokowi), menjadi salah seorang calon gubernur ibukota RI.

Joko Widodo di Balai Kota Solo mengatakan, motif penembakan di Solo belum jelas.

"Ya adanya kejadian yang beruntun di Solo, dan terakhir pada Kami malam sampai meminta korban Bripka Dwi Data Subekti yang meninggal dunia ditembak orang tak di kenal. Sampai sekarang belum diketahui motifnya. Ya, apa bila masalah ini bisa terungkap dan ada kaitannya dengan Pilgub DKI Jakarta, itu sangat terlalu," katanya.

Mengenai masalah terjadinya peristiwa yang beruntun mulai dari teror di Pos Penjagaan Polisi di Solo sampai meminta korban jiwa meninggal dunia, kini masih terus dilakukan penyelidikan oleh pihak aparat kepolisian.

"Kita tunggu dulu aja dari hasil penyelidikan oleh aparat kepolisian. Ya tolong aparat kepolisian diberi waktu untuk melakukan penyelidikan agar bisa mengungkap kasus tersebut secara jelas," kata Jokowi.

Ia mengemukakan, hampir tujuh tahun dirinya menjabat Wali Kota Surakarta juga tidak pernah ada kejadian apa-apa, tetapi akhir-akhir ini ada masalah tersebut.

"Saya sendiri juga heran ada gejala apa ini? Terus terang, saya belum mengetahui ada maksud apa di belakang kejadian ini," katanya.

Menyinggung mengenai situasi Kota Solo setelah adanya penembakan tersebut, Jokowi mengatakan, situasinya kondusif dan aktivitas masyarakat berjalan seperti biasa.

"Saya tadi pagi-pagi sudah keliling kota, dan toko-toko di pusat perbelanjaan juga sudah buka seperti biasa," ujarnya.

Untuk membantu menciptakan keamanan, ia akan mengaktifkan lagi patroli masyarakat (Limas) untuk melakukan patroli di setiap kampung. Di Solo ada 2.000 lebih Limas, dan ini akan diberdayakan. Sementara ini setiap hari telah menurunkan tiga Limas per kelurahan.
(T.P008/E011)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga