Sabtu, 25 Oktober 2014

Konflik Sampang bukan Sunni lawan Syiah

| 8.882 Views
id Bupati Sampang, Noer Tjahja, kasus sampang, sampang, kerusuhan sampang, ricuh sampang
Konflik Sampang bukan Sunni lawan Syiah
Noer Tjahja.
"Jadi, sebenarnya tidak ada konflik Sunni-Syiah di Sampang ini."
Sampang (ANTARA News) - Bupati Sampang, Noer Tjahja, mengatakan bahwa konflik berdarah yang terjadi di wilayah kerjanya pada 29 Agustus 2012, bukan antara kelompok Islam Sunni lawan Syiah, tetapi merupakan persoalan pribadi.

"Itu persoalan pribadi antara Tajul Muluk selaku pimpinan Islam Syiah dengan saudaranya Rois," ujarnya kepada pers di Pendopo Pemerintah Kabupaten Sampang, Pulau Madura, Jawa Timur, Jumat.

Akan tetapi, menurut dia, kasus yang terjadi adalah konflik keluarga antara Tajul Muluk dengan Roisul Hukama itu akhirnya meluas menjadi konflik menjurus pertentangan Suku-Agama-Ras dan Antar-golongan (SARA), yakni antara Islam Syiah yang dianut Tajul dengan Sunni.

Kedua kakak-beradik ini, menurut dia, dulunya sama-sama menganut ajaran Islam Syiah. Kemudian terjadi persoalan keluarga, yakni Tajul melarang santrinya Halimah menikah dengan Rois, akhirnya merembet menjadi konflik ideologi.

"Jadi, sebenarnya tidak ada konflik Sunni-Syiah di Sampang ini," kata Noer Tjahja.

Ia meminta agar semua pihak ikut meredam konflik yang terjadi di Sampan agar tidak memanas, karena akibat konflik yang terus terjadi itu membuat suasana Sampang menjadi kurang kondusif, hingga menyeret warga tidak bersalah ikut menjadi korban.

"Pernyataan sebagian masyarakat selama ini cenderung menyulut emosi massa, makanya kami meminta agar persoalan ini bisa diredam," katanya.

Mengenai upaya islah antara kedua belah pihak yang bertikai, Noer Tjahja mengatakan, akan berkoordinasi Syiah, para pihak terkait dan para ulama yang ada di Sampang.

Kepala kalangan pers, ia juga meminta agar lebih mengoptimalkan fungsinya sebagai media pendidikan kepada masyarakat dengan menyajikan informasi faktual, dan tidak mengedepankan pemberitaan yang berpotensi menyulut emosi massa.

Konflik berdarah yang menyebabkan seorang tewas dan enam orang lainnya luka-luka itu terjadi pada tanggal 26 Agustus 2012. Sebanyak 37 unit rumah milik kelompok Islam Syiah di Desa Karang Gayam dan Desa Nanggernang juga ludes dibakar massa kelompok penyerang anti-Syiah.

Bupati Sampang menyampaikan hal itu didampingi sejumlah ulama di Kabupaten Sampang dan sebagian dari Pamekasan, dan beberapa Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) Jawa Timur.

Hadir pula Ketua Forum Musyawarah Ulama (FMU) Madura, KH Ali Karrar Sinhaji, Koordinator Badan Silaturahmi Ulama Pesantren (Basra) Pamekasan, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sampang, serta sejumlah Kiai Pengasuh Pondok Pesantren di Kabupaten Sampang. (*)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga