Kamis, 23 Oktober 2014

BEI bahas perubahan satuan lot saham dengan Bapepam-LK

| 3.533 Views
id bursa efek indonesia, bapepam-lk, satuan lot, jumlah saham dalam lot, perubahan satuan lot
Masih dibahas, kita belum menentukan berapa banyak pengurngan jumlah saham dalam lot
Jakarta (ANTARA News) - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku masih membahas pengurangan jumlah saham dalam satuan lot bersama Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen, di Jakarta Jumat mengatakan, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Bapepam-LK terkait pengurangan jumlah saham dalam satuan lot dari saat ini 500 lembar saham untuk setiap lot-nya.

"Masih dibahas, kita belum menentukan berapa banyak pengurngan jumlah saham dalam lot," ujarnya.

Ia menambahkan, pengurangan jumlah saham dalam satuan lot itu diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada investor untuk memudahkan penambahan portofolio efeknya.

Dikatakan Hoesen, saham yang masuk kategori "big cap" nilainya sudah relatif tinggi sehingga harganya menjadi mahal. Kondisi itu membuat investor ritel kesulitan melakukan variasi portofolio efek.

"Padahal, investor ritel banyak yang menginginkan membeli saham-saham `big cap` itu tapi karena mahal mereka tidak bisa beli," ucapnya.

Jika satuan lot dalam saham berkurang, diharapkan dia, akan terjadi peningkatan transaksi dan likuiditas atas penjualan saham dibandingkan saat ini.

"Artinya, partisipasinya nanti meningkat. Kalau harga setiap lot mengecil maka aktivitas bertambah. Memang akan semakin sibuk tetapi akan menjadi pendapatan tambahan bagi pasar modal," ucap Hoesen seraya mengharapkan, rencana ini dapat terealisasi pada pertengahan 2013.

Kendati demikian, Hoesen mengaku, untuk merealisasikan pengurangan jumlah saham dalam satuan lot itu tidak mudah direalisasikan dikarenakan infrastruktur terutama sistem pada information technology (IT) di BEI dan perusahaan efek harus disiapkan. Selain itu juga harus dilakukan sosialisasi menyeluruh.

Sebelumnya, piahk BEI sempat merencanakan untuk menurunkan jumlah saham, dalam satu lot terdiri dari 500 per lembar saham menjadi 100 lembar untuk meningkatkan likuiditas perdagangan. Hal itu juga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi investor ritel khususnya domestik lebih aktif bertransaksi.

"Lot 500 lembar itu kan kesepakatan sebelumnya. Jadi, bisa saja nantinya dapat diubah, asalkan industri menyepakati," ucap Hoesen.

(KR-ZMF/B012)

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga