Sabtu, 26 Juli 2014

Wall Street menguat terangkat isyarat Bernanke

Sabtu, 1 September 2012 06:11 WIB | 3.506 Views
Wall Street menguat terangkat isyarat Bernanke
Pialang saham bekerja di lantai Bursa Saham New York, Senin (8/8). (REUTERS/Brendan McDermid)
New York (ANTARA News) - Dukungan Ben Bernanke yang banyak ditunggu tentang stimulus lebih Federal Reserve, mendorong saham Wall Street menguat pada Jumat (Sabtu pagi WIB), meskipun diredam gambaran perekonomian yang masih lemah dan rentan.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertmbah 90,13 poin (0,69 persen), menjadi ditutup pada 13.090,84, lapor AFP.

Indeks berbasis luas S&P 500 naik 7,10 poin (0,51 persen) menjadi 1.406,58, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq naik 18,25 poin (0,60 persen) menjadi 3.066,96.

Dalam pidatonya pada pertemuan puncak para bankir bank sentral di Jackson Hole, Wyoming, Ketua Fed Bernanke memperingatkan bahwa stagnasi di pasar tenaga kerja AS adalah "sebuah kekhawatiran serius" dan mengisyaratkan ia akan mendorong lebih banyak bantuan untuk ekonomi yang lamban, ketika dewan kebijakan Fed bertemu pada 12 hari mendatang.

"Komentar Ketua Bernanke harus diambil positif saat ia menunjukkan kesediaan untuk meningkatkan dukungan kepada perekonomian," kata Michael James, analis Wedbush Morgan Securities.

James mengatakan bahwa putaran ketiga dari pelonggaran kuantitatif Fed, dijuluki QE3, adalah "lebih mungkin dibandingkan tidak mungkin, berdasarkan pembacaan saya pada komentarnya hari ini, dan itu akan terus menjadi positif bagi sentimen pasar minggu depan."

Di sisi ekonomi, pesanan pabrik naik 2,8 persen pada Juli, peningkatan terbaik dalam satu tahun, kata Departemen Perdagangan.

Rumor beredar bahwa Sharp Jepang telah jauh tertinggal pada produksi layar untuk iPhone Apple terbaru, diperkirakan akan diluncurkan pada September. Apple naik 0,2 persen.

"Penundaan dalam pengiriman Sharp menimbulkan pertanyaan tentang apakah Apple dapat cukup menjamin layar iPhone untuk memenuhi perkiraan permintaan yang kuat untuk model terbarunya," kata analis 24/7WallSt.com.

Menjelang libur panjang akhir pekan, ada sedikit berita perusahaan. Semua pasar AS ditutup pada Senin untuk Hari Buruh.

Kontraktor jasa pemerintah SAIC melonjak 3,4 persen setelah melaporkan pendapatan kuartal kedua yang melampaui perkiraan dan mengumumkan akan memecah perusahaan menjadi dua perusahaan publik.

Obligasi menguat. Imbal hasil pada Treasury 10-tahun turun menjadi 1,56 persen dari 1,62 persen pada Kamis, sementara yield obligasi negara 30-tahun turun menjadi 2,68 persen dari 2,74 persen. Imbal hasil obligasi bergerak terbalik terhadap harga. (A026)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga