Rabu, 3 September 2014

Pemda Padang terbitkan buku tragedi gempa 30 September

Sabtu, 1 September 2012 23:30 WIB | 5.494 Views
Pemda Padang terbitkan buku tragedi gempa 30 September
Fauzi Bahar. (ANTARA/Maril Gafur)
Padang (ANTARA News) - Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatera Barat (Sumbar), akan menerbitkan buku kisah tragedi gempa 30 September 2009 yang terjadi di kota itu dan sejumlah daerah lainnya di Sumbar yang merenggut korban jiwa 1.000 lebih.

Buku tersebut menurut rencana diluncurkan pada 30 September 2012 bertepatan dengan peringatan tiga tahun musibah gempa berkekuatan 7,9 SR tersebut, kata Walikota Padang, Fauzi Bahar, di Padang, Sabtu.

Persiapan untuk acara peluncuran buku gempa yang akan dilaksanakan di Monumen Gempa Sumbar di Jalan Gereja kawasan dekat Taman Museum Adithiawarman Padang itu telah disiapkan, terutama terkait dengan percetakan buku dan penerbitannya.

Ia menjelaskan, untuk mengisi buku tersebut pihaknya telah mengumpulkan semua pejabat dan instansi terkait untuk mendata para korban gempa di lingkungannya masing-masing.

Para korban itu diminta untuk menuliskan kisah duka yang dialaminya saat gempa, terutama biografi korban yang meninggal dunia dalam tragedi ini.

Dalam buku juga akan ditampilkan foto-foto korban saat masih hidup bersumber dari keluarga masing-masing dan lokasi-lokasi yang terdampak bencana itu.

Untuk menyusun dan menerbitkan buku Tragedi Gempa 30 September 2009, telah dibentuk tim penyusun dengan Penanggungjawab Sekda Padang, Emzalmi, dan ketua Hasrul Piliang, serta sekretaris Iskandar Syah.

Di Padang tercatat 382 orang korban meninggal dan ratusan lainnya luka berat, sedang dan ringan serta ribuan tempat tinggal penduduk hancur dan rusak akibat gempa yang terjadi sore hari itu.

Ia menyebutkan, setelah menerbitkan buku tragedi gempa, Pemkot Padang ke depan juga merencanakan membangun museum gempa di kawasan pusat perkantoran pemerintahan Kota Padang yang baru di Air Pacar, Padang By Pass.

Nantinya, di museum itu akan menjadi salah satu bukti sejarah dan tempat orang yang ingin mengetahui tentang musibah tersebut sekaligus menjadi satu objek wisata baru di Kota Padang.
(T.H014)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga