Jumat, 19 September 2014

Tips menjadi "Otaku" yang positif

Minggu, 2 September 2012 15:55 WIB | 14.135 Views
Tips menjadi
Selain menjadi pembawa acara di Anime Festival Asia Indonesia 2012 pada tanggal 1-2 September di Jakarta International Expo, Danny Choo juga hadir di stan untuk menjual produk-produk buatannya termasuk "Moekana", kartu bergambar yang digunakan untuk belajar huruf Jepang hiragana. (ANTARA News/Nanien Yuniar)
Jakarta (ANTARA News) - Danny Choo, blogger kelahiran Inggris pecinta kebudayaan Jepang membagi tips untuk menjadi otaku yang positif.

Otaku adalah istilah bahasa Jepang yang dipakai untuk merujuk tentang seseorang yang sangat menggemari subkultur Jepang, seperti anime dan manga.

Terkadang istilah itu dianggap negatif karena ada orang-orang tidak paham pada otaku yang tenggelam di dunianya sendiri. Misalnya, seorang otaku tidak pernah melakukan hal lain selain bermain game sehingga dia jarang keluar rumah untuk melakukan aktivitas lain.

Namun, itu tidak berlaku pada Danny Choo. Kecintaannya yang besar pada anime tidak membuatnya dianggap aneh oleh orang-orang di sekitarnya.

Blogger yang tulisannya dibaca lebih dari sejuta orang dari berbagai negara itu mengembangkan hobinya menjadi beragam bisnis.

Danny menegaskan bahwa konteks positif atau negatif dari istilah otaku itu tergantung pihak yang mengatakannya.

"Itu tergantung siapa orangnya. Setiap orang punya definisi sendiri. Ada orang yang menyebut cuaca mendung adalah cuaca yang bagus karena bagi mereka mendung itu menyenangkan."

Menurut dia, pemakaian kata "otaku", "nerd", atau "geek" itu punya konteks yang mirip.

"Geek itu istilah untuk menyebut orang yang punya gairah ketertarikan pada sesuatu dan mengetahui hal tersebut mulai dari A-Z," kata Danny yang menjadi pembawa acara Anime Festival Asia Indonesia 2012.

Dia memberi contoh dengan istilah "wine geek", "wine nerd", atau "wine otaku".

"Misalnya wine geek, itu adalah orang yang bisa dengan mudah mengidentifikasi dari mana wine itu berasal dengan mudah saat mencoba rasanya."

Produser sekaligus pembawa acara "Culture Japan" yang ditayangkan di televisi Jepang dan internet itu menggarisbawahi dua hal yang penting untuk bisa menjadi otaku yang positif.

"Share your interest. Berbagi itu sangat penting. Berbagilah hal yang kamu suka di internet, lewat sosial media, facebook, atau twitter," kata pria yang punya follower twitter sebanyak lebih dari 43.000 orang itu.

Pria yang mengembangkan bisnisnya lewat maskot bernama "Mirai Suenaga" itu senang bertemu dan berteman dengan orang-orang baru.

"Setelah kamu berbagi di internet, kamu bisa berkenalan dengan orang lain yang punya kesamaan hobi atau menyukai apa yang kamu tulis. Teman-teman baru itu akan memperkaya hidupmu," tutur pria yang akan membuat pertemuan dengan para pecinta kebudayaan Jepang di Jakarta bernama "Culture Japan Night Jakarta" pada Senin mendatang.

"Bisnis itu berhubungan orang-orang yang kamu kenal. Bisnis tidak semata-mata tentang uang. Saya kira semakin banyak orang yang kamu kenal, semakin banyak pertemanan dan kesempatan bisnis baru yang bisa diraih. Maka dari itu, sangat penting untuk berbagi tentang hal yang kamu suka," kata pebisnis yang salah satu produknya, "Moekana", menempati peringkat kedua terlaris di Amazon Japan.

Selain berbagi, Danny mengingatkan untuk konsisten meneruskan hal itu.

"Setelah kamu mulai berbagi, pasti ada orang yang tidak suka karena kamu terlihat mencolok. Mereka mungkin akan mencoba menghentikanmu. Jangan pedulikan mereka. Fokuskan energimu pada orang-orang yang peduli dan menyukai apa yang kamu lakukan."

"Once you able to do that, everything will come along." kata dia.

Pria yang giat menyebarkan kebudayaan Jepang ke seluruh dunia lewat programnya yang bernama "Culture Japan" itu mengungkapkan motivasinya.

"Saya hanya berbagi apa yang saya suka. Bila ada yang membayar saya untuk menyebarkan konten yang saya tidak suka, saya biasanya menolaknya. Karena saya tidak bisa bilang "saya suka ini" padahal saya tidak suka. Saya hanya menyebarkan hal-hal yang menarik bagi saya." kata pemilik blog yang terdiri dari enam bahasa itu.

(nan)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga