Kamis, 2 Oktober 2014

BEI hapus saham Katarina Utama Tbk

Senin, 3 September 2012 08:01 WIB | 5.013 Views
BEI hapus saham Katarina Utama Tbk
Seorang karyawan berkomunikasi menggunakan ponselnya di depan layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (29/8). (FOTO ANTARA/Dhoni Setiawan)
... maka RINA tidak lagi memiliki kewajiban sebagai perusahaan tercatat di BEI...
Jakarta (ANTARA News) - Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan menghapus pencatatan saham PT Katarina Utama Tbk (RINA) per awal Oktober 2012 karena kondisi negatif perusahaan dan tidak ada indikasi pemulihan yang memadai.

Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Sektor Jasa, Umi Kulsum, di Jakarta, Senin, menyebutkan, dengan pencabutan status perseroan sebagai emiten maka RINA tidak lagi memiliki kewajiban sebagai perusahaan tercatat di BEI.

Dengan begitu, lanjut dia, BEI akan menghapus nama perseroan dari daftar Perusahaan Tercatat yang mencatatkan sahamnya di Bursa.

"Sehubungan dengan proses penghapusan pencatatan efek perseroan, selanjutnya perdagangan efek di Pasar Negosiasi akan dilakukan selama 20 hari bursa yakni mulai 3-28 September 2012. Setelah itu efektif delisting pada 1 Oktober 2012," papar dia.

Ia menambahkan, keputusan penghapusan efek RINA itu merujuk pada ketentuan III.3.1 Peraturan Bursa Nomor I-I tentang Penghapusan Pencatatan (delisting) dan Pencatatan Kembali (relisting) Saham di Bursa.

Umi menyebutkan, penghapusan saham RINA karena perseroan mengalami kondisi atau peristiwa yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha, baik secara finansial atau secara hukum. Kondisi tersebut juga berpengaruh negatif terhadap kelangsungan status perusahaan sebagai perusahaan tercatat dan perusahaan terbuka. Perusahaan juga tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.

Ia menambahkan, dalam hal perseroan akan kembali mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia, maka proses pencatatan saham dapat dilakukan dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku.

Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen, mengatakan, RINA tidak jelas struktur pemegang sahamnya. Tahun lalu, Perusahaan itu mempunyai masalah atas dugaan manajemen yang seluruhnya ekspatriat asal Malaysia menyelewengkan perolehan dana penawaran umum saham perdsana (IPO), penggelembungan aset serta memanipulasi laporan keuangan auditan 2009.

"Perusahaan itu tidak menunjukkan going concern di pasar modal," ujar dia.

Ia menambahkan, dari perolehan dana IPO itu tercatat sebesar Rp33,6 miliar, manajemen diduga menggelapkan sebesar Rp29,6 miliar.

(KR-ZMF/A039) 

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga