Sabtu, 30 Agustus 2014

Tarif angkutan udara penyebab inflasi Agustus

Senin, 3 September 2012 14:39 WIB | 5.563 Views
Tarif angkutan udara penyebab inflasi Agustus
Sejumlah penumpang naik pesawat di terminal 1B, Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Kenaikan harga tarif angkutan udara menjadi salah satu penyumbang laju inflasi pada Agustus 2012. (FOTO ANTARA/Lucky.R)
Jakarta (ANTARA News) - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan kenaikan harga tarif angkutan udara menjadi salah satu penyumbang laju inflasi pada Agustus 2012 yang tercatat sebesar 0,95 persen.

"Tarif angkutan udara mempunyai andil inflasi 0,1 persen dengan perubahan harga (kenaikan rata-rata) 13,78 persen karena harga jasa angkutan meningkat sebelum dan sesudah lebaran," ujarnya di Jakarta, Senin.

Suryamin mengatakan kenaikan tersebut terjadi di 44 kota indeks harga konsumen (IHK) dengan kenaikan tarif angkutan udara tertinggi terjadi di Manado hingga 80 persen dan terendah di Pangkalpinang 69 persen.

Ia menambahkan tarif angkutan antarkota juga menyumbang inflasi tinggi yaitu sebesar 0,09 persen karena terjadi kenaikan harga rata-rata sebesar 13,99 persen dan hal tersebut terjadi di 43 kota IHK.

"Kenaikan tarif terjadi sebelum lebaran, kenaikan tertinggi di Probolinggo 50 persen dan Jember 43 persen," ujarnya.

Selain itu, harga bahan makanan seperti ikan segar ikut menyumbang inflasi 0,1 persen, tahu mentah dan tempe menyumbang 0,05 persen, daging sapi sebesar 0,04 persen, kacang panjang 0,02 persen dan kangkung 0,02 persen.

"Harga ikan segar naik karena kurangnya pasokan, harga tahu mentah dan tempe dipengaruhi tingginya permintaan kedelai yang cukup tinggi pada Agustus karena menjelang lebaran," kata Suryamin.

Suryamin menambahkan uang kuliah akademi dan perguruan tinggi menyumbang inflasi 0,05 persen karena mulai memasuki tahun ajaran baru yang diikuti kenaikan uang sekolah SD, SLTP dan SLTA serta bensin.

Kemudian, harga emas perhiasan menyumbang inflasi 0,03 persen karena pengaruh fluktuasi harga emas internasional yang terjadi di 61 kota IHK.

Sementara, komoditas penyumbang inflasi adalah telur ayam ras, daging ayam ras, cabai merah dan bawang merah yang mengalami penurunan harga pada Agustus 2012.

"Pemerintah menyediakan pasokan cukup banyak untuk telur ayam ras sehingga turun harga 54,9 persen di 44 kota IHK, demikian pula cabai merah yang mengalami penurunan harga 68,3 persen di 53 kota IHK," ujar Suryamin.

Secara keseluruhan kelompok komoditi yang memberikan andil inflasi tertinggi kepada inflasi nasional adalah bahan makanan 0,35 persen dan kelompok transportasi komunikasi jasa keuangan 0,23 persen.

Dengan demikian, menurut Suryamin, laju inflasi tahun kalender Januari-Agustus 2012 tercatat sebesar 3,48 persen dan laju inflasi secara tahunan year on year sebesar 4,58 persen.

Sedangkan, lanjut dia, laju inflasi komponen inti tahun kalender tercatat sebesar 3,28 persen dan laju inflasi komponen inti year on year sebesar 4,16 persen.
(ANT)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga