Jumat, 1 Agustus 2014

Gunung Marapi semburkan asap tebal

Rabu, 5 September 2012 10:57 WIB | 2.383 Views
Gunung Marapi semburkan asap tebal
Gunung Marapi. (FOTO ANTARA/Arif Pribadi)
Bukittinggi (ANTARA News) - Gunung Marapi yang berada di antara Kabupaten Tanahdatar dan Agam, Sumatera Barat, pada Rabu pagi menyemburkan asap tebal.

Semburan asap dari gunung berketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut (m dpl) itu terjadi dua kali pada sekitar pukul 06.45 WIB dan sekitar pukul 07.15 WIB, kata Rahmad Saidi, seorang warga Limo Suku, Nagari Sungaipuar, Kabupaten Agam, Rabu.

Dia menyebutkan, asap yang keluar dari gunung tersebut terlihat kurang jelas karena cuaca mendung.

Menurut dia, asap yang dikeluarkan gunung tersebut mengarah ke barat karena ditiup angin.

Warga lainnya Eri, menyebutkan, gunung sejak tiga hari terakhir tidak terlihat apakah menyemburkan asap karena tertutup kabut.

Namun demikian, kata dia, sejak terjadinya peningkatan aktivitas pada 3 Agustus 2011, gunung hampir setiap hari mengeluarkan asap.

"Hampir setiap pagi dan sore gunung tersebut terlihat menyemburkan asap. Tiga hari terakhir gunung tidak terlihat mengeluarkan asap karena tertutup kabut," kata dia.

Saat ini Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi masih menetapkan status `waspada level II` pada gunung itu.

Salah satu gunung aktif di Sumbar tersebut pada 3 Agustus 2011 sempat mengeluarkan abu vulkanik berbau belerang dengan ketinggian mencapai 1.000 meter, dan menjangkau sejumlah daerah di Sumbar seperti Agam, Tanahdatar, Padangpariaman, dan Padangpanjang.

Gunung Marapi terakhir kali meletus pada 2005. Dalam kondisi aktif normal, gunung yang berdampingan dengan Gunung Singgalang dan Tandikek itu menjadi salah satu tujuan pendaki dari dalam maupun luar Sumatera Barat.

Setiap pergantian tahun, gunung tersebut selalu ramai oleh pendaki. Akses pendakian Gunung Marapi mudah dicapai. Jalur pendakian dimulai dari Kotobaru, Tanahdatar.

Kawasan Gunung Marapi merupakan area konservasi di Sumbar, yakni Suaka Alam Merapi.

Dalam catatan ANTARA, terhitung sejak akhir abad 18 hingga 2008 tercatat sudah 454 kali meletus, 50 di antaranya dalam skala besar. Saat dalam status siaga, Kota Bukittinggi merupakan salah satu daerah evakuasi.

(ANTARA)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga