Jumat, 19 September 2014

Monyet-monyet turun gunung cari makan

Rabu, 5 September 2012 17:31 WIB | 5.116 Views
Monyet-monyet turun gunung cari makan
Foto sekuel perilaku monyet yang minum dari botol air mineral milik pengunjung, yang dibuang tak jauh dari keberadaan monyet tersebut, di kawasan konservasi hutan mangrove, Wonorejo Rungkut Surabaya, Selasa (6/3). Kurangnya kesadaran masyarakat dalam perlindungan satwa, menyebabkan matinya sejumlah jenis satwa, yang berdampak tak seimbanganya kehidupan alam. (FOTO ANTARA/Eric Ireng)
Cianjur, Jawa Barat (ANTARA News) - Monyet-monyet ekor panjang yang banyak hidup di sekitar hutan Gunung Gede, Cianjur, Jabar, turun gunung sejak sepekan terakhir. Mereka ramai-ramai cari makan hingga ke pemukiman warga setempat.  

Kawanan monyet ini, mendatangi wilayah Segar Alam, Talaga Warna dan beberapa wilayah lain di kawasan Puncak, Cianjur, untuk mendapatkan makanan. Mereka sebetulnya juga terbiasa diberi makan manusia di kawasan wisata itu.

"Jumlahnya terus bertambah. Kami menduga karena makanan di atas gunung mulai habis, akibat musim kemarau panjang buah-buahan seperti konyal dan pucuk daun segar mengering dan tidak tumbuh," kata Kepala Resort Badan Konserfasi Sumberdaya Alam (BKSDA), Isis Isakandar, Rabu.

Kondisi itu mulai mengkawatirkan karena masyarakat mulai merasa terganggu dengan kehadiran monyet liar tersebut, sementara kawanan monyet mulai terbiasa dengan lingkungan manusia.

"Masyarakat yang terganggu cenderung melakukan tindakan yang bisa melukai hingga membunuh monyet liar ini. Sedangkan populasi monyet ini, makin sedikit di alam liar. Kawanan ini mulai terbiasa karena sering diberi makan," ucapnya.

Hal tersebut, tutur Isis, tanapa disadari masyarakat yang telah memancing kawanan monyet liar, untuk terus datang. Sedangkan pihaknya selama ini, telah memasang papan peringatan dan memebrikan imbauan agar tidak memberi makan pada hewan liar.

"Niat memberi makan hewan liar justru berdampak buruk pada polahidup dan habitat monyet. Kawanan ini, memiliki sistem pertahanan hidup alami di hutan," katanya. (*)

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca