Minggu, 26 Oktober 2014

Konflik Suriah semakin brutal

| 13.877 Views
id ban ki-moon, konflik suriah, perang suriah
Konflik Suriah semakin brutal
Pejuang pemberontak Suriah menembakkan senjatanya ke arah penembak jitu pemerintah di Distrik Seif El Dawla, Aleppo, Suriah, Rabu (22/8). Suriah berada di ambang perang saudara terbuka karena kemelut bersenjentara di sana sudah sangat rumit untuk diatasi. (REUTERS/Youssef Boudlal)
... Konflik semakin brutal...
Markas PBB, New York (ANTARA News) - Konflik Suriah semakin brutal sementara negara-negara lain mempersenjatai kedua pihak berseteru sehingga memperluas kesengsaraan dan menimbulkan konsekuensi tidak dikehendaki.


Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, Selasa, menyatakan, "Konflik semakin brutal." Ban menyatakan itu dalam Sidang Majelis Umum PBB tentang konflik 17 bulan itu. "Militerisasi yang terus berlangsung dalam koflik itu menimbulkan bahaya besar dan sangat tragis," katanya.

Pejabat PBB dan Barat menuduh Iran memasok senjata ke pasukan pro-pemerintah, sementara Damaskus menuduh Qatar dan Arab Saudi mempersenjatai pemberontak, yang bertujuan menggulingkan Presiden Bashar al-Assad.

"Mereka yang memberikan senjata kepada pihak lainnya hanya menambah kesengsaraan lebih jauh dan risiko akan konsekuesi yang tidak dikehendaki sementara pertempuran meningkat dan meluas," katanya.

Satu tim ahli yang independen Dewan Keamanan PBB yang memantau sanksi-sanksi terhadap Iran mengungkapkan beberapa contoh Iran mengirim senjata-senjata kepada pemerintah Suriah. Amerika Serikat dan Inggris mengatakan mereka memberikan bantuan non-perang kepada pemberontak Suriah seperti peralatan komunikasi tetapi tidak senjata.

"Konflik itu meningkat," kata Ban. Semakin lama berlangsung, akan semakin sulit diatasi.Semakin sulit diatasi akan semakin sulit mencari satu penyelesaian polltik. Tantangan semakin berat adalah membangun kembali negara dan ekonomi."

Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 negara bulan lalu dengan suara bulat menyetujui stu resolusi tidak mengikat, yang menyatakan "sangat prihatn" atas peningkatan aksi kekerasan di Suriah dan mengecam Dwan Keamanan PBB karena gagal melakukan tindakan keras.

Saat Suriah semakin dekat pada perang saudara, Dewan Keamanan PBB gagal melakukan tindakan keras karena Rusia dan China menghambat tiga resolusi dukungan Barat yang mengecam Bashar dan mengancam sanksi-sanksi. Satu pertemuan Dewan Keamanan PBB, Kamis, mengenai krisis itu gagal mencapai hasil baru.

"Berapa banyak lagi anak-anak akan menghadiri pemakaman orang-orang tua mereka; berapa banyak lagi orang-orang tua akan mwnangis pada pemakaman anak-anak mereka, sebelum semua pihak sepakat untuk menghentikan aksi kekerasan dan pengrusakan? kata Ban.

"Rakyat Surah telah menunggu terlalu lama," katanya. "Dan sekarang seluruh kawasan itu dilanda dinamika yang rumit dari konflik itu."

Penengah baru PBB-Liga Arab, Lakhdar Brahimi, yang mengambil alih peran penengah, Sabtu, menyebut usahanya untuk melakukan perdamaian sebagai "hampir tidak mungkin," juga berpidato secara singkat di  Majelis Umum PBB itu.

"Jumlah korban tewas terus meningkat, kehancuran mencapai tingkat yang parah dan penderitaan meningkat," kata Brahimi.

Diplomat kawakan Aljazair itu menggantikan Kofi Annan sebagai penengah internasional dalam konflk Suriah. Annan menyalahkan Dewan Keamanan menggagalkan usaha enam bulannya untuk mewujudkan perdamaian dan menyebabkan ia memutuskan mengudurkan diri.

Utusan Suriah untuk PBB, Bashar Ja'afari, mengatakan Damaskus "terbuka dan berkomitmen penuh pada misi Brahimi dalam usahanya untuk menghentikan aksi kekerasan dan mencarikan satu solusi politik yang dilakukan rakyat Suriah sendiri bagi kriss itu."

"Saya menyerukan kepada semua negara anggota, terutama yang punya pengaruh langsung... kepada pihak-pihak yang menolak dialog politik dan penghentian aksi kekerasan, Saya menyeru kepada mereka mengikuti langkah-langkah Suriah dan secara serius membantu Lakhdar Brahimi," kata Ja'afari.

Ban menyebut tugas Brahimi sebagai "berat sekali, tetapi bukan tidak dapat diatasi" dan mengatakan ada yang hilang dalam usaha-usaha internasional untuk menghentikan konflik itu adalah "satu kesatuan usaha yang akan memiliki dampak di lapangan."

Iran pekan lalu mengatakan pihaknya akan membentuk satu tim dengan negara-negara Nonblok lainnya untuk mencari solusi-solusi atas krisis itu, sementara AS mengatakan pihaknya akan berpaling pada alternatif-alternatif seperti "Sahabat-Sahabat Suriah" yang menghimpun negara-negara sekutu untuk menekan Bashar setelah Dewan Keamanan gagal bertindak.

PBB mengatakan hampir 20.000 orang tewas dalam konflik itu, yang dipicu satu peberontakan rakyat terhadap Bashar.

Ban mengatakan situasi kemanusiaan "mencekam dan memburuk" dan tanggapan bantuan internasional terbatas akibat kurangnya dana.

Bashar Selasa brjanji akan mengizinkan Palang Merah memperluas operasi kemanusiaannya.PBB mengatakan lebih dari 235.000 pengungsi Suriah terdafar di Irak,Jordania, Lebanon dan Turki, sementara sekitar 1,2 juta orang terlantar di Suriah.

(H-RN/B002)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga