Rabu, 20 Agustus 2014

UNEP serukan pengurangan risiko penggunaan bahan kimia

Kamis, 6 September 2012 11:26 WIB | 4.025 Views
UNEP serukan pengurangan risiko penggunaan bahan kimia
Program Lingkungan PBB (UNEP) menyeru pemerintah dan industri mengurangi ketergantungan pada bahan kimia. (Ilustrasi/UNEP)
New York (ANTARA News) - Program Lingkungan Hidup PBB (United Nations Environment Program/UNEP) mengeluarkan laporan Global Chemicals Outlook yang mendesak pemerintah dan industri mengurangi risiko bahaya penggunaan bahan kimia terhadap kesehatan manusia dan lingkungan hidup.

Laporan yang diluncurkan pada Rabu tersebut menyoroti besarnya beban ekonomi, lingkungan hidup dan kesehatan akibat peningkatan ketergantungan terhadap penggunaan bahan kimia, terutama di negara-negara berkembang.

Menurut laporan itu, penanganan pestisida yang sangat buruk di Amerika Serikat telah menyebabkan kerugian senilai 1,4 miliar dolar AS di sektor pertanian.

Wakil Sekretaris Jenderal PBB dan Direktur Pelaksana UNEP Achim Steiner mengatakan "masyarakat di seluruh dunia --terutama di negara berkembang-- kian tergantung pada produk kimia, mulai dari pupuk dan petrokimia sampai alat elektronik serta plastik, dari pembangunan ekonomi sampai peningkatan kehidupan".

Dalam siaran persnya Steiner menyatakan polusi dan penyakit yang berkaitan dengan produksi, penggunaan, serta pembuangan bahan kimia tak berkelanjutan dapat menghalangi kemajuan pencapaian target pembangunan karena mempengaruhi pasokan air, keamanan pangan, dan produktivitas pekerja.

"Mengurangi bahaya dan meningkatkan pengelolaan bahan kimia ... adalah unsur penting dari transisi Ekonomi Hijau yang rendah karbon dan efisien sumber daya," kata Steiner sebagaimana dikutip Xinhua.

Perkiraan kerugian karena racun pestisida di Sub-Sahara Afrika sekarang melebihi jumlah seluruh bantuan pembangunan luar negeri yang diberikan untuk layanan kesehatan dasar, tak termasuk HIV/AIDS, ke kawasan itu, demikian menurut Global Chemicals Outlook.

Sementara biaya penanganan penyakit dan cedera yang berkaitan dengan pestisida antara tahun 2005 dan 2020 di pertanian skala kecil Sub-Sahara Afrika diperkirakan mencapai 90 miliar dolar AS.

Direktur Lingkungan Hidup dan Kesehatan Masyarakat di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Maria Neira, mengatakan analisis ekonomi yang disajikan dalam Global Chemicals Outlook menunjukkan bahwa pengelolaan bahan kimia yang baik sama penting dengan bidang pelayanan lain seperti pendidikan, angkutan, prasarana, layanan perawatan kesehatan langsung dan layanan dasar lain.

"Penanganan limbah dan bahan kimia secara efektif untuk jangka panjang menjadi dasar bagi Ekonomi Hijau untuk memastikan lingkungan yang lebih sehat dan pembagian keuntungan pembangunan yang lebih adil," kata Maria Neira.

(C003)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Top News
Baca Juga