Rabu, 3 September 2014

Kuota BBM ditambah Rp12 triliun

Kamis, 6 September 2012 17:11 WIB | 4.242 Views
Kuota BBM ditambah Rp12 triliun
Sebuah mobil plat merah milik pemerintah daerah terlihat mengisi premium yang merupakan BBM bersubsidi di sebuah SPBU di kawasan Tangerang, Banten, Jumat (1/6). Pemerintah per 1 Juni telah mengumumkan pelarangan kendaraan milik pemerintah mengisi BBM bersubsidi tetapi hingga saat ini masih mengalami kendala sosialisasi dan pengontrolannya. ( ANTARA/Lucky.R) ()
Jakarta (ANTARA News) - Pelaksana tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa rencana penambahan kuota bahan bakar minyak bersubsidi sebesar 4 juta kiloliter akan menambah beban fiskal dalam APBN sebesar Rp12 triliun.

"Kira-kira Rp12 triliun, kalau satu juta kiloliter Rp3 triliun," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Kamis.

Bambang mengatakan, pemerintah sudah memprediksi permintaan kelebihan kuota dan menghitung penambahan anggaran melalui outlook besaran dalam APBN dari segi kurs, harga minyak ICP dan volume BBM bersubsidi.

"Sudah kami hitung. Yang penting defisitnya tidak melewati 2,3 persen, bahkan di skenario terburuk sekalipun," katanya.

Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini mengatakan pemerintah mengajukan tambahan kuota BBM bersubsidi sebesar 4 juta kiloliter ke DPR RI.

Menurut dia, dengan tambahan 4 juta kiloliter, total kuota BBM bersubsidi yang akan diajukan pemerintah mencapai 44 juta kiloliter.

Kuota 44 juta kiloliter itu dicapai setelah dilakukan penghematan melalui lingkungan Kementerian Lembaga. Tanpa penghematan kuota bisa mencapai 46 juta kiloliter.

Rudi menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan habisnya kuota APBN-Perubahan 2012 sebesar 40 juta kiloliter.

"Kami akan tetap jamin ketersediaan BBM sampai akhir tahun," ujarnya.

Saat ini, subsidi energi untuk BBM bersubsidi dalam APBN-Perubahan 2012 ditetapkan sebesar Rp137,5 triliun.

(S034/N002)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga