Minggu, 21 Desember 2014

Pembangunan kelautan RI adopsi ekonomi biru

| 4.850 Views
id Sharif Cicip Sutardjo, Menteri Kelautan dan Perikanan, ekonomi biru, blue economy
Pembangunan kelautan RI adopsi ekonomi biru
Sharif C. Sutardjo. (ANTARA)
Kedua konsepsi ekonomi hijau dan ekonomi biru tidak bertentangan.
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sharif Cicip Sutardjo, mendorong perencanaan pembangunan Indonesia untuk memprioritaskan pembangunan laut dan pesisir mengadopsi pembangunan yang berbasis ekonomi biru.

"Prinsip-prinsip yang terkandung dalam ekonomi biru dapat menjadi kunci emas dalam perencanaan pembangunan nasional," kata saat membuka acara "Indonesia Marine and Fishery Industries Expo and Forum 2012", di Jakarta, Kamis.

Cicip mengatakan, konsepsi ekonomi biru di bidang kelautan dapat menjembatani ekonomi hijau yang selama ini diterapkan dalam perencanaan pembangunan di Indonesia berbasis pelestarian lingkungan hidup.

Menurut dia, kedua konsepsi ekonomi hijau dan ekonomi biru tidak bertentangan, namun saling melengkapi.

Prinsip- prinsip yang terkandung dalam ekonomi biru, dinilainya, dapat memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi demi mencapai pertumbuhan dan menyejahterakan rakyat secara berkelanjutan serta dapat dilaksanakan secara praktis dalam mengelola laut.

Cicip juga menjelaskan bahwa sektor kelautan dan perikanan telah memberikan sumbangan bagi pembangunan di tanah air, baik dalam bentuk pengembangan ekonomi nasional secara umum maupun dalam menyejahterakan masyarakat nelayan.

Namun, menurut dia, masih banyak tantangan yang dihadapi dalam sektor ini, baik dari pengolahan sumber daya, kemiskinan nelayan dan pembudidayaan ikan maupunsumbangan sektor perikanan dalam pembangunan nasional.

Kegiatan Expo yang mengambil tema "Memperkuat Industrialisasi Kelautan dan Perikanan Berbasis Blue Economy untuk Kesejahteraan Masyarakat" merupakan salah satu rangkaian kegiatan Hari Nusantara 2012.

"Indonesia Marine and Fishery Industries Expo and Forum 2012" yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pengembangan Hasil Pertanian (Ditjen P2HP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Dewan Kelautan Indonesia tersebut berlangsung dari 6- 9 September 2012 yang diikuti dinas kelautan dan perikanan pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan kota.

Selain itu, acara tersebut diikuti 10 badan usaha milik negara (BUMN) dan swasta, 15 usaha kecil dan menengah (UKM), enam direktorat jenderal di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta sejumlah pihak dibidang kelautan lainnya.
(T.SDP-48/A011)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga