Kediri (ANTARA News) - Ribuan santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, mengikuti shalat istisqa, yaitu shalat sunah yang dilakukan dua rakaat untuk meminta hujan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Shalat ini semata-mata sebagai wujud berdoa kepada Tuhan agar menurunkan hujan. Jika tidak kunjung turun, kami terus melakukan shalat sampai turun hujan," kata KH Anwar Mansur, imam sekaligus salah seorang pengasuh di pondok tersebut, usai shalat di halaman pondok, Kamis.

Ia mengatakan, musim kemarau yang melanda tahun 2012 ini cukup panjang. Bukan hanya air yang berkurang di sejumlah daerah, sumber air di pondok pesantren itu pun sebagian juga mulai berkurang.

Menurut dia, kegiatan shalat itu rencananya bukan hanya sekali, melaikan berulang kali, sampai hujan turun. Pihaknya berharap, dalam pelaksanaan shalat minta hujan ke depan seluruh masyarakat juga diajak baik yang sudah tua, maupun anak-anak.

"Dengan demikian, diharapkan Allah SWT segera memberikan petunjuk dan menurunkan hujan. Kami berharap segera turun hujan, agar tanaman subur, hewan-hewan juga bisa mendapatkan air," katanya.

Dalam shalat yang diikuti oleh santri putra Ponpes Lirboyo Kediri ini, sekitar 5.000 santri berbaris di halaman terbuka dekat masjid di pondok, membentuk shaf dengan tertib. Mereka tampak khusyuk, walaupun harus kepanasan. Kegiatan shalat yang berlangsung dua rakaat itu dipimpin langsung oleh KH Anwar Mansur.

Sebelum shalat dimulai, seluruh santri membaca selawat dan pujian. Setelah itu, mereka langsung berdiri dengan rapi, ketika imam mulai shalat.

Sejumlah santri awalnya terlihat kepanasan, namun mereka tidak peduli dan tetap melaksanakan salat dengan khusyuk, hingga salat berakhir. Sejumlah santri sempat terharu, bahkan ada yang menetaskan air mata, ketika imam berdoa agar hujan turun.

Kekeringan memang terlihat membuat sulit masyarakat. Di Kediri, kekeringan nampak terlihat di wilayah kabupaten. Mereka kesulitan mendapatkan air bersih, bahkan hingga mencari ke pelosok bukit.

Sejumlah daerah yang kesulitan itu di antaranya di Kecaamatan Mojo, Semen, Ngancar, Tarokan, dan sejumlah daerah lainnya. Pemkab terus koordinasi dengan PDAM Kabupaten Kediri untuk melakukan pengiriman air bersih.

(ANT-130/A035)