Senin, 28 Juli 2014

"Perdagangan anak ibarat gunung es"

Jumat, 7 September 2012 16:08 WIB | 3.907 Views
Linda Amalia Sari Gumelar (FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma)
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Linda Gumelar mengatakan aktivitas perdagangan anak yang tidak diketahui jauh lebih besar dibandingkan yang muncul ke permukaan ibarat gunung es.

"Ibarat gunung es, datanya tidak besar, tapi sebenarnya besar di bawahnya," kata Linda saat menghadiri konferensi pers merayakan pengesahan RUU tentang Ratifikasi Protokol Opsional Konvensi Hak-hak Anak di Jakarta, Jumat.

Organisasi Buruh Internasional (ILO) pada 2002 memperkirakan sebanyak 1,2 juta anak diperdagangkan setiap tahun di seluruh dunia.

Sementara penelitian yang dilakukan Komnas Anak pada 2004 mengemukakan Indonesia sebagai pemasok perdagangan anak yang terbesar di Asia Tenggara, di mana per tahun ada sekitar 200 ribu hingga 300 ribu anak di bawah usia 18 tahun yang menjadi pekerja seks komersial.

Sementara Presiden ECPAT Indonesia Irwanto mengatakan isu serius dalam hak-hak anak adalah perdagangan anak untuk tujuan seks. Di katakannya, sebanyak dua puluh negara telah menyatakan komitmennya untuk menghentikan perdagangan anak.

"Setidaknya dua puluh negara telah menyatakan komitmen untuk menghentikan aktivitas jahat tersebut," kata Irwanto.

Penandatangan Protokol Opsional Konvensi Hak-hak Anak adalah bentuk dukungan pemerintah dan suatu upaya lanjutan terhadap perlindungan anak Indonesia terutama untuk kejahatan penjualan anak, pelacuran anak dan pornografi anak.

RUU tentang Ratifikasi Protokol Opsional Konvensi Hak-hak Anak telah disahkan menjadi Undang undang Nomor 10 Tahun 2012 tentang Protokol Opsional Konvensi Hak-hak anak Mengenai Penjualan Anak, Prostitusi Anak dan Pornografi Anak.

Dengan meratifikasi protokol opsional tersebut berarti pemerintah Indonesia berkomitmen menentang perdagangan anak untuk seks di bawah pengawasan internasional.

Sementara pengesahan RUU tersebut menjadi UU berlangsung pada 23 Juli 2012 bersamaan dengan Hari Anak Nasional.
(SDP-46)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga