Kamis, 23 Oktober 2014

Indef: arahkan investasi ke industri substitusi impor

| 2.315 Views
id investasi, industri substitusi impor, Direktur Indef, Enny Sri Hartati
Selama ini pemerintah hanya berpikir sektoral, ketika investasi tumbuh, justru muncul persoalan banyaknya produk impor, ketahanan pangan, kemiskinan dan pengangguran,"
Jakarta (ANTARA News) - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyarankan agar pemerintah mengarahkan investasi ke industri substitusi impor dan memperkuat infrastruktur sektor pertanian.

"Selama ini pemerintah hanya berpikir sektoral, ketika investasi tumbuh, justru muncul persoalan banyaknya produk impor, ketahanan pangan, kemiskinan dan pengangguran," kata Direktur Indef, Enny Sri Hartati dihubungi di Jakarta, Jumat.

Menurut Enny, jika investasi bisa menembus Rp300 triliun, sangat memungkinkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2013 mencapai 6,8 persen seperti yang ditargetkan pemerintah.

Ia mengatakan pemerintah harus membangun infrastruktur yang cukup agar investor bisa membangun proyek hilir seperti perkebunan dan pertanian.

"Misalnya, kemarin ada investor yang masuk di Sumatera, kata BKPM prospeknya bagus tapi ketika kita sampai di sana tidak ada listrik," katanya.

Enny mengatakan seharusnya Kementerian Pekerjaan Umum dan pihak terkait lain duduk bersama BPKM mencari penyelesaian masalah tersebut.

"BKPM harus bekerja sama dengan Kementerian PU, Perhubungan, dan kementerian terkait lainnya sehingga "road map" yang disusun BKPM terintegrasi," ujarnya.

Menurut dia, pemerintah pernah mempunyai pola pembangunan terintegrasi yang dikemas dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang menjadi acuan pembangunan.
(T.SDP-45/A039) 

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga