Selasa, 23 Desember 2014

Menteri PU: pendanaan JSS masih terbagi dua 

| 4.904 Views
id jembatan selat sunda, menteri pu, djoko kirmanto
Menteri PU: pendanaan JSS masih terbagi dua 
Ilustrasi Desain Selat Sunda (ist)
Pembicaraan di tim tujuh masih terbagi dua soal itu yakni antara dibiayai pemerintah dan swasta,"
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto menegaskan, soal pendanaan proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) sampai sekarang masih terbagi dua pendapat yakni dibiayai oleh pemerintah sepenuhnya atau diserahkan ke swasta.

"Pembicaraan di tim tujuh masih terbagi dua soal itu yakni antara dibiayai pemerintah dan swasta," katanya menjawab pers di sela Sayembara Tropi Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah Bidang Pekerjaan Umum di Jakarta, Jumat.

Djoko menjelaskan, pembicaraan mengenai hal itu sampai sekarang di tim tujuh masih berlangsung. "Sampai sekarang belum putus," katanya.

Bahkan, dalam rapat kerja dengan DPR RI pun, kata Menteri, hal itu juga dibicarakan dan masih terbagi dua antara pemerintah dan swasta.

Djoko memastikan bahwa proyek jembatan masih visibel, jika diikuti dengan pengembangan kawasan jembatan. "Hanya saja, soal pengembangan kawasan ini harus jelas sejak awal. Harus ada acuan dan kesepakatan yang jelas," katanya.

"Semua menteri sudah menyatakan persetujuannya bahwa jembatan itu perlu dan visibel," katanya.

Namun, Djoko enggan merinci sampai kapan pembicaraan mengenai kejelasan status pembiayaan proyek itu oleh swasta atau pemerintah, akan diputuskan.

Sebelumnya, Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN) menilai, Indonesia memiliki kemampuan untuk membangun Jembatan Selat Sunda (JSS).

"Para ahli di Indonesia untuk membangun jembatan sudah lengkap. Ada ahli tanah, beton dan bangunan atasnya," kata Ketua LPJKN Tri Widjajanto.
(E008/S025)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga