Jumat, 31 Oktober 2014

Satgas lepas tiga orangutan di Taman Nasional Kutai

| 4.262 Views
id orangutan, taman nasional kutai, TNK
Satgas lepas tiga orangutan di Taman Nasional Kutai
Foto dokumentasi (ANTARA/Regina Safri)
Samarinda (ANTARA News) - Satgas Penyelamat Orangutan dari PT Surya Hutani Jaya dan PT Sumalindo Hutani Jaya II melepas tigau Orangutan Kalimantan (pongo pygmeaus morio) di Taman Nasional Kutai (TNK), Kabupaten Kutai Timur, Sabtu.

Orangutan yang direlokasi tersebut berhasil diselamatkan Tim Satgas saat terjebak di kawasan Hutan Tanaman Idustri (HTI) di areal PT PT Surya Hutani Jaya dan PT Sumalindo Hutani Jaya II di Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara pada 2 September 2012.

"Hari ini (Sabtu), ketiga individu orangutan itu kami relokasi di kawasan TNK untuk mengembalikan mereka di habitatnya," ungkap Peneliti dari Pusat Penelitian Hutan Tropis (PPHT) Universitas Mulawarman Samarinda, Dr. Yaya Rayadin, di kawasan TNK, Sabtu.

Relokasi ketiga individu orangutan yang dipimpin langsung Yaya Rayadin yang juga selaku koordinator Satgas Penyelamat Orangutan juga diikuti pihak manajemen Asia Pulp and Paper (APP), manajemen PT Surya Hutani Jaya dan PT Sumalindo Hutani Jaya II, pihak BKSDA serta sejumlah wartawan dimulai dari kampus Universitas Mulawarman Samarinda menuju ke kawasan TNK di Kabupaten Kutai Timur dengan menempuh perjalanan sekitar 150 kilometer.

Perjalanan menuju kawasan `zona rimba` di bagian selatan TNK itu juga harus ditempuh dengan berjalan kaki sekitar tiga kilometer dengan melintasi jalan setapak yang masih dipenuhi pohon yang sangat rimbun.

"Areal ini merupakan zona rimba yang berada di bagian selatan TNK. Dipilihnya tempat ini berdasarkan hasil studi cukup lama yang dilakukan Unmul dan kami menyimpulkan kawasan ini dulu memang menjadi habitat orangutan," kata Yaya Rayadin.

Proses relokasi tersebut, ditandai dengan pembukaan pintu kandang yang berisi satu induk orangutan berusia 20 hingga 25 tahun yang oleh Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari diberi nama Riri dan anaknya berusia satu tahun diberi nama Rere oleh Kepala Balai TNK, Asep Sugiharta.

Saat pintu kandang dibuka, induk orangutan yang diperkirakan memiliki berat sekitar 25 kilogram itu langsung memanjat pohon sambil menggendong, Rere, anaknya.

"Selain berdasarlan hasil studi habitat, kami juga melakukan penelitian tentang populasi orangutan di kawasan ini dan ternyata populasinya hanya 0,4 per kilometer atau terdapat empat individu orangutan pada setiap 1.000 hektare. Jadi, kami mengasumsikan, tempat ini masih layak untuk dilepaskan beberapa individu orangutan," katanya.

"Idealnya, setiap 100 ribu herktare dihuni 100 individu orangutan," kata Yaya Rayadin.

(A053)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga