Jumat, 24 Oktober 2014

Juarai AS Terbuka, Murray akhiri penantian Inggris

| 1.029 Views
id as terbuka, andy murray, novak djokovic, fred ferry, grand slam
Juarai AS Terbuka, Murray akhiri penantian Inggris
Andy Murray (REUTERS/Ray Stubblebine )
New York (ANTARA News) - Petenis pencipta sejarah Andy Murray mengakhiri penantian 76 tahun Inggris untuk munculnya juara tunggal putra Grand Slam ketika dia mengalahkan juara AS Terbuka 2011 Novak Djokovic 7-6 (12/10), 7-5, 2-6, 3-6, 6-2 dalam satu final turnamen sama yang penuh heroisme Senin waktu AS atau Selasa pagi WIB ini.

Murray menjadi petenis Inggris pertama yang menjuarai turnamen akbar sejak Fred Perry memenangi turnamen sama untuk ketiga kalinya pada 1936, tahun di mana Spanyol diamuk perang saudara dan Franklin D. Roosevelt dipilih kembali menjadi Presiden AS.

Pada laga final jatuh bangun di mana terjadi 54 kali reli dan 30 kali berbalas pukulan stroke, belum lagi berulangkali tie-break, Murray yang berusia 25 tahun menguatkan sarafnya untuk mengakhiri permainan dengan lima set.

Juara Olimpiade ini sempat memimpin 3-0 pada set penentuan, lalu sempat tersusul untuk kemudian memimpin lagi 5-2 saat Djokovic meminta time-out untuk mengecek kesehatannya.

Tapi Murray sudah tak terelakkan lagi dengan merengkuh mahkota juara ketika forehand Djokovic keluar lapangan pada match point kedua dalam pertandingan yang menghabiskan waktu empat jam 54 menit itu yang adalah pertandingan final terlama kedua dalam sejarah AS Terbuka.

"Sungguh kondisi yang sangat rumit, pada set ketiga dan keempat sungguh set yang berat karena Novak benar-benar kuat dan berjuang tangguh," kata Murray seperti dikutip AFP.  "Ini hampir  lima jam.  Saya selalu bertanding keras dengan dia."

Murray mempersembahkan kemenangannya untuk pelatihnya, Ivan Lendl, yang kalah pada tiga final turnamen sama pada 1982-1984, namun kemudian menggondol tiga gelar juara turnamen serupa pada 1985-1987.

"Dia adalah salah salah seorang yang terbesar," kata Murray. "Dia membantuku melalui masa-masa sulit, demikian pula seluruh tim saya. Inilah perasaan paling menyenangkan saya, saya memiliki musim panas yang luar biasa."

Djokovic mengakui Murray memang pantas menang. "Saya ingin mengucapkan selamat kepada Andy atas gelar Grand Slam pertamanya. Dia pantas mendapatkannya," kata Djokovic. "Saya telah berjuang sedaya upaya dan mengeluarkan yang terbaik.  Ini adalah laga hebat lainnya dan saya bangga menjadi bagian dari ini."

Murray kalah dari empat final turnamen Grand Slam sebelumnya -- dari Roger Federer pada AS Terbuka 2008, Australian Terbuka 2010, dan tahun ini dalam Wimbledon, lalu satu kali dari Djokovic pada Australia Terbuka 2011.

Murray diselamati dua superstar sesama Skotlandia, yaitu Sir Sean Connery dan bos Manchester United Sir Alex Ferguson.

Dia sukses membalas kekalahan dari Djokovic yang adalah pemegang lima juara turnamen Grand Slam dan pernah mengalahkan Murray dengan lima set pada semifinal Australia Terbuka Januari lalu.

Gelar ini adalah gelar ke-24 Murray, sekaligus memupus ambisi Djokovic mendapat hadiah uang terbanyak dalam sejarah AS Terbuka, yaitu 2,9 juta dolar AS untuk pemenang tropi.

Djokovic istirahat lima jam lebih singkat dari Murray sebelum tampil pada final AS Terbuka.  Tapi ini bukanlah alasan, yang justru menjadi penentu adalah kemampuan si petenis dalam menaklukan arah angin yang tiba-tiba berubah di dalam stadion Arthur Ashe di mana AS Terbuka ini digelar. (*)

Penerjemah: Jafar M Sidik

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga