Rabu, 3 September 2014

Tidak ditemukan Alquran salah cetak di Padang

Selasa, 11 September 2012 19:26 WIB | 1.517 Views
Tidak ditemukan Alquran salah cetak di Padang
ilustrasi Seorang pekerja menyelesaikan pembuatan Al-Quran di Surabaya. (ANTARA/M Risyal Hidayat)
Padang (ANTARA News) - Dewan Masjid Kota Padang menyatakan sejauh ini tidak ditemukan Alquran salah cetak beredar di kota itu meski pemantauan terus dilakukan.

"Karena itu kami mengimbau masyarakat muslim di kota ini tidak resah. Kami terus melakukan pemantauan, namun sejauh ini belum ditemukan Alquran salah cetak masuk ke Kota Padang, disamping juga ada laporan masyarakat tentang hal itu," kata Ketua Dewan Masjid Kota Padang Duski Samad, Selasa.

Meski demikian, dia juga mengajak umat Islam lebih kritis dan teliti. Jika menemukan kejanggalan agar melaporkannya ke Kantor Urusan Agama (KUA) terdekat supaya dapat segera disikapi.

Dia juga menyarankan agar kejadian serupa tidak berulang dan menimbulkan risiko seperti yang terjadi di beberapa daerah di Jawa. Masyarakat harus meningkatkan pemahaman dan daya kiritisnya terhadap ajaran agama yang disampaikan secara lisan maupun tulisan.

"Kejadian seperti ini agar dijadikan peringatan dan pelajaran, karena saat ini umat Islam lebih akrab dengan koran dibanding dengan Alquran," kata Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Imam Bonjol Padang tersebut.

Lebih jauh dikatakannya, masalah Alquran salah cetak biasanya tidak banyak diketahui masyarakat, sehingga kelemahan itu bisa mendatangkan risiko besar dalam pengamalan dan pemahaman terhadap ajaran Islam.

"Dengan ilmu pengetahuan dan pemahaman mendalam terhadap ajaran agama, kita yakin setiap umat Islam akan mampu bersikap kritis terhadap setiap persoalan yang dihadapi," ujar dia.

Terkait persoalan yang sama, sebelumnya Direktur Lembaga Percetakan Alquran (LPQ) Sarmidin Nasir melaporkan ada beberapa kesalahan cetak huruf Alquran pada pengadaan tahun anggaran 2011 yang diketahui dari sampel yang beredar di Kabupaten Bogor, Cirebon dan Ciamis.

Ia meenyebutkan di antaranya pada halaman 88 yang seharusnya berlanjut ke halaman 89, tetapi yang terjadi justru ke halaman 57. Berikutnya halaman kurang atau isi kurang mulai dari halaman 89 sampai 120 dan berulang lagi di tengah.

Lantas, harkat kasroh menjadi tanwin, seperti yang terdapat di halaman 339, dimana seharusnya berbunyi "bi afwahikum" tetapi menjadi "bin afwahikum".

"Terus juga ada tulisan botak, tak terlihat ayatnya. Ini terjadi pada halaman 367," katanya.
(KR-AGP/R014)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga