Jumat, 22 Agustus 2014

Tujuh bendungan PLTMH Pekalongan krisis air

Rabu, 12 September 2012 13:55 WIB | 2.998 Views
Tujuh bendungan PLTMH Pekalongan krisis air
ilustrasi (istimewa)
Pekalongan (ANTARA News) - Sebanyak tujuh dari delapan bendungan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) di Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, kini mengalami krisis air sehingga mengakibatkan turbin pembangkit listrik tidak berfungsi maksimal.

Camat Lebakbarang, Yuharno di Pekalongan, Selasa mengatakan bahwa pada kondisi normal, masing-masing PLTMH mampu menghasilkan 30 ribu watt tetapi kini hanya sekitar 15 ribu watt sehingga mengakibatkan warga tidak sepenuhnya bisa menikmati penerangan listrik.

"Jika debit air bendungan itu terus menyusut maka diperkirakan dalam waktu yang tidak lama, ribuan warga tanpa penerangan listrik," katanya.

Menurut dia, saat ini, debit air bendungan yang masih normal hanya berada di Desa Sidomulyo, yaitu mampu memasok sekitar 50 ribu watt yang hanya bisa dimanfaatkan untuk menerangi 200 rumah.

Sedangkan bendungan PLTMH yang sudah dalam kondisi krisis air, katanya, yaitu berada di Desa Bantar Kulon, Kepundutan, Mendolo, Timbangsari Satu, Timbangsari Dua, Depok Satu, dan Depok Dua.

"Sebanyak tujuh bendungan PLTMH yang kini dalam kondisi rusak itu hanya menghasilkan 40 persen listrik karena bendungan tak bisa menampung air secara maskimal. Akan tetapi, jika musim kemarau terus berkepanjang maka dipastikan pasokan aliran listrik akan menurun lagi," katanya.

Kepala Desa Timbangsari, Kecamatan Lebakbarang, Sabdo, mengatakan, kondisi bendungan di desanya yang dimanfaatkan untuk PLTMH kini sudah memperihatinkan sehingga sudah tidak bisa menggerakan lagi dua turbin PLTMH.

"Setiap satu pekan sekali, warga desa membuat bendungan dengan bronjong batu supaya air bisa mengalir ke turbin PLTMH," katanya.

Rukini (54), warga Desa Timbangsari, mengaku meski penerangan listrik padam, warga tetap dikenai iuran listrik sebesar Rp5 ribu per bulan sedangkan jika menyala selama sebulan akan dikenai biaya Rp15 ribu.

"Saat ini, sebagian warga tidak menikmati penerangan listrik tetap dikenai beban biaya Rp5 ribu/ bulan karena uang itu dimanfaatkan untuk perbaikan bendungan. Akan tetapi, warga pun dengan suka rela memberikan pungutan dana sebesar Rp5 ribu tersebut," katanya.

Kepala Dinas Pengairan Sumber Daya Air, Energi dan Mineral, Kabupaten Pekalongan, Bambang Pramukanto mengatakan bahwa pemkab sudah mengajukan permohonan bantuan ke Provinsi Jateng untuk biaya perbaikan delapan bendungan PLTMH yang rusak di Kecamatan Lebakbarang.

"Kami berharap Pemerintah Propinsi Jawa Tengah bisa membantu secepatnya. Apalagi saat ini musim kemarau sehingga pembangunan bendungan akan mudah dilaksanakan," katanya.

(KR-KTD)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga