Kamis, 21 Agustus 2014

"Hutan bagus Indonesia tinggal 60 juta hektare"

Rabu, 12 September 2012 18:05 WIB | 3.036 Views
Foto udara lokasi penebangan di kawasan hutan Kalimantan Timur, Senin (16/7). Hasil riset Heart of Borneo (HoB) menyebutkan hutan alam seluas kurang lebih 22 juta hektar di wilayah Kalimantan dan sekitarnya terancam oleh alih fungsi ke pertambangan dan perkebunan sawit. (FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf)
Tuban, Jawa Timur (ANTARA News) - Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan mengatakan bahwa hutan bagus di Indonesia sampai saat ini hanya tinggal 60 juta hektare.

"Sampai sekarang tinggal 60 juta hektare hutan bagus di seluruh daratan di Tanah Air," ujarnya kepada wartawan usai melakukan penanaman pohon di lahan tambang milik Semen Gresik di Tuban, Rabu.

Sedangkan hutan yang mengalami masa kritis sampai saat ini luasnya sekitar 90 juta hektare yang termasuk area milik rakyat.

Kendati demikian, Zulkifli Hasan mengaku hutan di Indonesia sudah melampaui masa kritis dibandingkan sebelumnya.

Pihaknya mengimbau kepada semua masyarakat untuk tidak menebang pohon sembarangan dan melindungi hutan bagus di Indonesia.

"Kami sangat butuh peran serta petani dan masyarakat dalam melindungi hutan. Jika menemukan ada pembalakan atau penebangan liar, segera ditindaklanjuti," kata menteri yang juga politisi asal Partai Amanat Nasional tersebut.

Sebagai langkah menciptakan kembali hutan bagus, pihaknya tidak akan berhenti menyosialisasikan dan meminta masyarakat melaksanakan program pemerintah dalam hal penghijauan atau reboisasi.

Bahkan Zulkifli yakin jika mulai saat ini semua bekerja sama dan bahu-membahu melakukan penanaman pohon maka tidak lebih dari 30 tahun lagi hutan di Indonesia kembali hijau.

Sementara itu, Ketua Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan (KJPL) Indonesia Teguh Ardi Srianto mengaku prihatin dengan jumlah hutan bagus di Indonesia saat ini.

Menurut dia, penebangan pohon secara liar sebagai bagian dari penjualan kayu ilegal sangat mempengaruhi berkurangnya hutan di Indonesia.

"Selain penjualan kayu ilegal, pengalihfungsian hutan untuk kawasan tanaman produksi dan pemukiman juga berpengaruh. Sehingga itulah yang menyebabkan kritisnya hutan kita," papar Teguh.
(*)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga