Sabtu, 2 Agustus 2014

Menlu RI paparkan gagasan tentang pertumbuhan berkelanjutan di WPC

Rabu, 12 September 2012 23:24 WIB | 2.039 Views
Menlu RI paparkan gagasan tentang pertumbuhan berkelanjutan di WPC
Marty Natalegawa (FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf)
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa memaparkan gagasan tentang pertumbuhan berkelanjutan dalam Konferensi Wilton Park (WPC) yang digelar di Jakarta pada Rabu.

Marty menyampaikan presentasi khusus terkait dengan tema dan peran yang diangkat di WPC tersebut yakni masalah lingkungan hidup, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dan pemanfaatan energi, khususnya di tataran diplomasi global.

"Selama beberapa tahun ini, Indonesia berada di garis depan dalam usaha mengembangkan pertumbuhan berkelanjutan. Kami berkomitmen untuk melindungi dan melestarikan lingkungan seraya mencapai kemajuan sosial dan pertumbuhan ekonomi," ujar Marty di depan para pakar dari dalam negeri dan internasional, serta peserta diskusi yang hadir di WPC tersebut.

Menurut Marty, mencapai pertumbuhan tidak hanya tentang keberlanjutan tetapi juga tentang inklusivitas dan keadilan.

"Kami menyebutnya dengan "pertumbuhan berkelanjutan berkeadilan"," ujarnya.

Pertumbuhan tidak hanya memastikan pelestarian lingkungan tetapi juga menyediakan akses yang baik dan sama untuk menikmati hasil pembangunan bagi seluruh lapisan masyarakat di seluruh negeri, tutur Marty.

"Untuk mencapai pertumbuhan berkeadilan, Indonesia mengadopsi pro-pertumbuhan, pro-penciptaan lapangan kerja, dan pro-strategi lingkungan untuk pembangunan. Strategi ini mencerminkan komitmen kuat Indonesia untuk menempatkan kemiskinan dan perhatian terhadap lingkungan di tengah semua rencana jangka pendek dan jangka panjang," tambah Marty.

Marty melanjutkan, komitmen untuk menganut pertumbuhan berkelanjutan harus dikembangkan di level nasional.

"Ini harus menjadi komitmen politik pada tingkat tertinggi," kata Marty.

Selanjutnya, langkah-langkah di tingkat nasional harus dilengkapi dan diperkuat oleh kerja sama internasional, ujar Marty. Ia mengatkan hal tersebut penting untuk memelihara kemitraan global.

"Kemitraan yang menghubungkan negara maju dan negara sedang berkembang. Kemitraan yang menerima masukan dari semua pihak terkait," demikian Marty.
(C005)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga