Jumat, 25 Juli 2014

Bekerja lebih dari 8 jam/hari tingkatkan risiko penyakit jantung

Kamis, 13 September 2012 07:17 WIB | 3.412 Views
Jakarta (ANTARA News) - Bekerja lembur meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 80%, menurut hasil penelitian.

Peneliti mengatakan jam kerja yang panjang bisa menghantui ribuan pekerja dengan penyakit jantung serta stroke, seperti dilansir oleh Daily Mail.

Peringatan ini berdasarkan hasil analisis 12 penelitian pada tahun 1958, melibatkan 22 ribu orang dari seluruh dunia.

Analisa dari peneliti di Finnish Institute of Occupational Health menemukan bahwa orang yang memiliki jam kerja lebih panjang dari jam kerja tradisional yakni delapan jam sehari memiliki peningkatan risiko mulai dari 40-80 persen mengalami penyakit jantung.

Besaran peningkatan risiko tersebut tergantung dari pelaksanaan penelitian.

Efek lebih menonjol ketika partisipan ditanya mengenai durasi jam kerja, namun ketika peneliti memonitor jam kerja, peningkatan risiko penyakit jantung mencapai 40 persen.

Ketua peneliti Dr Marianna Virtanen mengatakan efek bisa saja terjadi karena terpapar stress yang berkepanjangan.

Pemicu lainnya bisa saja karena kebiasaan makan yang buruk dan kurangnya berolahraga karena tidak ada waktu luang.

Pada tahun 2009, tim yang sama menemukan bahwa jam kerja yang lama meningkatkan risiko demensia. Efeknya serupa dengan efek pada merokok.

Pekerja dewasa menghabiskan waktu 55 jam atau lebih dalam satu minggu untuk bekerja memiliki fungsi otak yang lebih buruk dibanding yang bekerja tidak lebih dari 40 jam, dengan nilai lebih rendah pada tes kecerdasan, memori jangka pendek dan mengingat kata.

Orang Inggris memiliki jam kerja paling panjang di Eropa, dengan waktu 42,7 jam per minggu. Orang Jerman menghabiskan 42 jam dan Denmark 39,1 jam per minggu.

Di Inggris diperkirakan bahwa lebih dari lima juta orang dalam setahun bekerja lembur tanpa bayaran agar bisa bertahan di pekerjaan mereka.

Namun efek jangka panjang pada kesehatan pekerja bisa sangat buruk, menurut penelitian baru.

Dalam laporan penemuan Dr Virtanen, "Ada beberapa kemungkinan mekanisme potensial yang bisa mendasari hubungan antara lama jam kerja dengan penyakit jantung," tulisnya.

Sebagai tambahan paparan stres psikologis yang berkepanjangan, pemicu lainnya yang bisa menaikkan level kortisol, hormon stress, kebiasaan makan yang buruk dan kurangnya aktivitas fisik karena tidak adanya waktu luang.

(dny)



Penerjemah: PR Wire

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga