San Francisco (ANTARA News) - Apple meluncurkan iPhone 5 dengan layar yang lebih lebar dan bodi ponsel yang lebih tipis.

CEO Apple Tim Cook menyebut peluncuran ini "hal terbesar iPhone sejak (kemunculan) iPhone."

Perusahaan yang berbasis di California itu menyebut iPhone 5 "ponsel pintar tertipis di dunia. Apple mengklaim ponsel baru ini 18 persen lebih tipis dan 20 persen lebih ringan dibanding pendahulunya.

iPhone 5 memiliki layar sebesar empat inchi (10 centimeter). Menurut Wakil Presiden Senior Nielsen, Jeff Wender, ukuran layar merupakan faktor utama bagi para  pembeli.

Kepala Pemasaran Apple Phil Schiller mengatakan bentuk iPhone dengan genggaman tangan sehingga memungkinkan untuk dioperasikan dengan ibu jari dan bisa berfungsi pada jaringan LTE.

"Ketika Anda membawa ponsel, ia harus terlihat indah di tangan Anda. Begitulah kami mendesain iPhone 5," kata Schiller. "Semua terlihat sangat bagus di layar lebar ini," tambahnya.

iPhone 5 menggunakan prosesor A6, yang menurut Schiller menggandakan kecepatan memuat grafis Web. Daya tahan baterai, yang selama ini menjadi sasaran keluhan pengguna smartphone, diperpanjang hingga delapan jam bila dengan 4G,  dan 10 jam bila menggunakan koneksi Wi-Fi.

Apple juga menyesuaikan program pemetaan yang canggih, meningkatkan voice-activated assitant Siri dan lebih terintegrasi dengan Facebook. iPhone 5 juga didukung oleh kamera 8 megapiksel.

"Faktor utama pembelian smartpohone adalah harga, fitur, operating system, aplikasi, dan ukuran layar," kata Wender saat penyerahan iPhone 5, seperti yang dikutip dari AFP.

Perubahan iPhone lainnya adalah konektor "Lightning" untuk menggantikan 30-pin connections, alat yang menghubungkan ponsel ke komputer, stop kontak, atau docking station.

Apple akan menjual adaptor bagi  aksesori yang sudah ada seperti pengeras suara stereo atau sound system mobil agar bisa digunakan di  iPhone dan iPod touch generasi baru.

Tanpa kejutan
Meski iPhone 5 telah memenuhi harapan para pecinta gadget dan analis teknologi, tapi tak banyak kejutan bagi saham Apple yang mendekati rekor tertinggi.

"Tidak ada faktor 'wow' karena semua yang kita lihat hari ini merupakan perjalanan evolusi," kata CEO Destination Wealth Management Michael Yoshikami.

Saham Apple naik 1,4 persen di 669,79 dolar AS , Rabu (12/9). iPhone terbaru muncul saat perusahaan sedang menghadapi kompetisi dengan Samsung dan Google. Analis memprediksi penjualan iPhone baru akan mencapai 10 juta hingga 12 juta hanya di bulan ini.

Apple telah menjual 243 juta iPhone sejak tahun 2007. Pre-order iPhone akan dibuka Jumat seharga 199 dolar di AS.

(nta)