Sabtu, 25 Oktober 2014

Kaum perempuan rawan terlibat politik uang

| 1.947 Views
id politik uang, pilkada, pemilu, kaum perempuan
Kaum perempuan rawan terlibat politik uang
Ilustrasi (FOTO ANTARA/Ampelsa)
Banyak dari mereka (kaum perempuan) yang tidak memiliki akses untuk berpolitik dan termasuk golongan ekonomi rendah
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Badan Eksekutif Nasional Solidaritas Perempuan Wahidah Rustam mengatakan kaum perempuan rawan terlibat politik uang saat pemilihan umum.

"Perempuan menjadi sasaran calon, partai politik, timses untuk menerima politik uang karena banyak dari mereka (kaum perempuan) yang miskin dan mimim pengetahuan," kata Wahidah di Jakarta, Kamis.

Setidaknya, kata dia, sebanyak 52,6 persen dari jumlah perempuan di Indonesia menjadi target politik uang dari para pihak yang memiliki kepentingan.

Praktik politik uang yang melibatkan perempuan sebagai sasaran, diantaranya pemberian uang tunai Rp20.000 - Rp100.000, sembako, pengobatan gratis, pemberian alat ibadah seperti mukena, kaos, dan liburan gratis.

Padahal, kata Wahidah, antusiasme perempuan dalam berpolitik sangat besar.

"Jika mereka tahu dan mengenal visi misi sesungguhnya dari para calon pejabat, mereka bisa menentukan siapa calon kandidat pilihan mereka sendiri, tanpa harus diiming-imingi material," ujarnya.

(tri)

Editor: Heppy Ratna

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga