Samarinda (ANTARA News) - KM Surya Indah yang melayani rute pelayaran dari Kota Samarinda menuju pedalaman Kalimantan Timur yakni di Kabupaten Kutai Barat, dilaporkan tenggelam di Sungai Mahakam pada Kamis malam sekitar pukul 22. 00 Wita.

Informas yang berhasil dihimpun hingga Jumat dinihari menyebutkan, kapal yang diperkirakan mengangkut sekitar 150 penumpang itu meninggalkan Demaga Mahakam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, tenggelam di Sungai Mahakam, tepatnya di wilayah Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat.

"Lokasi tenggelamnya kapal itu diperkirakan di sekitar Kecamatan Muara Pahu atau sekitar empat jam dari Pelabuhan Melak. Menurut informasi yang kami peroleh, kapal itu berpenumpang sekitar 150 orang dan rencananya tiba disini (Pelabuhan Melak) pada Jumat dinihari," ungkap salah seorang warga Melak, Kutai Barat, Ricki Rifaidi, dihubungi melalui telepon genggamnya, Jumat dinihari.

Informasi tenggelamnya KM Surya Indah itu kata Ricki Rifaidi, diperoleh warga dari salah seorang penumpang bernama Madi, yang sempat mengabadikan tenggelamnya kapal itu melalui kamera telepon genggam.

"Kami tahu berdasarkan gambar yang dikirim oleh salah seorang penumpang ke keluarganya, kemudian foto itu menyebar melalui telepon genggam warga," kata Ricki Rifaidi.

Hingga Jumat dinihari kata Ricki Rifaidi, ratusan warga dan kerabat penumpang KM Surya Indah masih terus memadati pelabuhan Melak, untuk memastikan informasi terkait tenggelamnya kapal tersebut.

"Sejumlah petugas dari kepolisian dan petugas dari instansi lain sudah menuju lokasi dengan menggunakan speedboat. Beberapa warga dengan menggunakan speedboat dan perahu, juga menuju ke Muara Pahu untuk membantu melakukan pertolongan," ungkap Ricki Rfaidi.

Kepala Dermaga Mahakam Ulu Kota Samarinda, Sukarjah, Jumat, dinihari membenarkan peristiwa itu.

"Saya mendapat kabar tentang tenggelamnya KM Surya Indah pada Kamis malam sekitar pukul 23.00 Wita. Kapal itu meninggalkan dermaga Kamis pagi sekitar pukul 07.00 Wita dan seharusnya tiba di Pelabuhan Melak, Kutai Barat, Jumat dinihari sekitar pukul 01.00 Wita," ungkap Sukarjah. (ANT)