Jumat, 1 Agustus 2014

Pemkab Tapanuli Utara pamerkan alat tenun ulos

Sabtu, 15 September 2012 21:32 WIB | 3.136 Views
Tarutung, Sumut (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara memamerkan alat tenun bukan mesin penghasil Ulos (selendang adat Batak) pada Pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) XII di Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

"Alat tenun bukan mesin (ATBM) penghasil selendang adat Batak yang biasa digunakan untuk acara pesta itu, diikutkan pada pameran TTG XII di Pantai Indah Kalangan Pandan, Tapanuli Tengah, selama empat hari sejak 13--16 September 2012," kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Tapanuli Utara, BP Siahaan di Tarutung, Sabtu.

Selain itu, kata dia, proses pengerjaan tenunan Ulos dengan menggunakan alat tersebut juga ditampilkan, sehingga para pengunjung secara langsung dapat menyaksikan pembuatan kain tenun ikat khas Batak tersebut melalui peragaan yang dipraktikkan sejumlah perajin (partonun).

Menurut dia, seni bertenun yang merupakan keterampilan yang telah menyatu dalam budaya Batak tersebut dipamerkan, agar proses pembuatannya dapat dipahami, mulai pemintalan benang hingga akhirnya menghasilkan selendang adat unik yang telah menjadi identitas tidak terpisahkan dari masyarakat Tapanuli.

Memang, kata dia, proses pengerjaan Ulos tidak mudah dan membutuhkan ketelitian, ketelatenan serta keahlian khusus, sehingga tidak sembarang orang dapat membuat Ulos bernilai seni tinggi.

Tapi, lanjut Siahaan, para "partonun" (gadis yang memiliki keahlian menenun) itu, rata-rata sudah memiliki keterampilan, sebab profesi bertenun merupakan sumber mata pencaharian pokok bagi sejumlah warga di desa tertentu di Kabupaten berpenduduk sebesar 280.677 jiwa itu.

Di samping menampilkan alat tenun Ulos, kata Siahaan, pihaknya juga mempromosikan alat-alat teknologi asli buatan masyarakat serta berbagai produk asli daerah, seperti alat pemipil jagung manual yang tidak memerlukan aliran listrik untuk keperluan keluarga, serta mesin perontok padi yang teknologinya mudah digunakan masyarakat desa, karena desainnya sangat sederhana, namun manfaatnya cukup besar.

Selain itu, akan dipamerkan juga pemanfaatan batre kering (aki) yang dapat menghasilkan energi listrik berlipat ganda, hasil rakitan sejumlah pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Tarutung beserta para Guru pembimbingnya.

"Teknologi sederhana proses pembuatan kuliner khas kacang garing Sihobuk, juga akan dipamerkan dalam stand Pemkab Tapanuli Utara," kata Siahaan.

(ANT-219/S023)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga