Minggu, 27 Juli 2014

Ditjen BC dorong penerimaan Bea Keluar

Rabu, 19 September 2012 01:29 WIB | 2.066 Views
Ditjen BC dorong penerimaan Bea Keluar
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Agung Kuswandono. (FOTO ANTARA)
Jakarta (ANTARA News) - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan akan mendorong realisasi penerimaan Bea Keluar yang masih tercatat hingga Agustus 2012 sebesar Rp15,3 triliun atau 65,93 persen dari target Rp23,2 triliun.

"Ditjen Bea dan Cukai ini prinsipnya maksimum effort, jadi kita lakukan tugas mengeksekusi itu semampu kita," ujar Direktur Jenderal Bea dan Cukai Agung Kuswandono dalam rapat pembahasan optimalisasi penerimaan dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Selasa.

Untuk itu, menurut Agung, Ditjen Bea dan Cukai akan mendorong penerimaan bea keluar terutama Bea Keluar terhadap ekspor bijih mineral yang masih dirasakan rendah karena belum memenuhi target internal.

"Ada beberapa hal yang membuat target itu tidak tercapai. Pertama karena proses clean and clearnya membutuhkan waktu, yang kedua rupanya eksportir mulai berpikir ulang setelah tahu tarif Bea Keluarnya 20 persen dan tidak profitable lagi, jadi banyak yang menunda," ujarnya.

Agung mengatakan penerimaan Bea Keluar untuk ekspor bahan mineral yang tidak sesuai sasaran tersebut menimbulkan pertanyaan karena ada kemungkinan eksportir memang menunda ekspor atau sengaja melakukan penghindaran.

"Itu tugas Bea dan Cukai lagi, karena kita tahu Bea Keluar mineral ini ada di kantor-kantor Bea Cukai di daerah remote yang jumlahnya belum diset untuk menghadapi aturan baru ini dan tiba-tiba harus menangani ini, mungkin perlu ada evaluasi," ujarnya.

Salah satu hal yang dapat dilakukan Ditjen Bea dan Cukai untuk mencegah tindakan penyelewengan dan mendorong penerimaan Bea Keluar adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lapangan.

Namun, menurut dia, apabila target penerimaan Bea Keluar tetap tidak tercapai, maka Ditjen Bea dan Cukai akan mencoba menutup kekurangan penerimaan dari Bea Masuk dan Cukai yang diperkirakan melebihi realisasi pada akhir tahun.

"Kalau target ini meleset, kita akan coba menutup dengan target penerimaan yang lain atau melakukan maksimum effort yang lain," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Agung juga memaparkan penerimaan Bea Masuk per Agustus 2012 yang mencapai Rp19,05 triliun atau 77,03 persen dari target Rp24,7 triliun dan Cukai yang mencapai Rp64 triliun atau 76,98 persen dari target Rp83,2 triliun.

Penerimaan Bea Masuk meningkat karena meningkatnya dutiable import dan kurs yang di atas asumsi makro serta berbagai upaya untuk mengurangi penyelundupan. Sedangkan penerimaan Cukai didukung oleh kebijakan penyesuaian tarif cukai HT dan upaya untuk memberantas rokok ilegal dan cukai polos. (ANT)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga