Rabu, 1 Oktober 2014

17 kecamatan di Lebak krisis air

Rabu, 19 September 2012 19:58 WIB | 1.716 Views
Lebak (ANTARA News) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten menyatakan 17 kecamatan di daerah itu mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang.

"Masyarakat yang dilanda krisis air bersih tersebut, saat ini terpaksa menggunakan air tidak layak pakai untuk keperluan mandi, cuci dan kakus (MCK)," kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Muklis, di Rangkasbitung, Rabu.

Mereka memanfaatkan air sungai maupun kolam dengan kondisi air berwarna untuk keperluan sehari-hari.

Sedangkan, masyarakat yang memperoleh bantuan air bersih dari PDAM setempat relatif terbatas akibat minimnya mobil tangki. Jumlah mobil tangki yang dimiliki PDAM hanya empat unti.

"Kami memasok air bersih hanya masyarakat yang tinggal di empat kecamatan karena keterbatasan angkutan itu," katanya.

Menurut dia, pemerintah daerah mengusulkan bantuan angkutan tangki kepada Pemerintah Provinsi Banten dan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN) di Jakarta.

Kecamatan yang mengalami krisi air itu, di antaranya Wanasalam, Cilograng, Malingping, Panggarangan, Cihara, Rangkasbitung, Cibadak, Sajira, Cimarga, Muncang, Cipanas, Warunggunung, Cileles, Cijaku, Gunungkencana, Leuwidamar, dan Cikulur.

"Kami berharap satu kecamatan diberikan bantuan satu mobil untuk menyalurkan bantuan air bersih," ujarnya.

Suryadi, warga Cipanas Kabupaten Lebak mengaku dirinya setiap sore menggunakan air Sungai Ciberang untuk keperluan MCK sebab sumur timba miliknya kekeringan.

Ia mendapatkan air sungai dengan menggunakan sepeda motor, dan selama musim kemarau banyak warga di tempat tinggalnya menggunakan air Sungai Ciberang karena sumur timba mengalami kekeringan.

"Kami sekali mengangkut air sungai sebanyak empat ember dengan jarak tempuh satu kilometer," katanya.

Sementara itu, ribuan kepala keluarga Kecamatan Wanasalam mengaku mereka dalam dua bulan terakhir kesulitan air bersih, karena sumur yang ada tidak ada airnya akibat kemarau.

"Ribuan warga kami kini menggunakan air kolam dan Sungai Cibinuangeun yang sudah berwarna hijau juga kehitam-hitaman," kata Iyang, staf pemerintahan Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak.

Ia menjelaskan, saat ini warga yang kesulitan air bersih tersebar di enam wilayah dengan jumlah penduduk ribuan jiwa. Setiap pagi dan sore warga memadati lokasi sungai maupun kolam dengan menggunakan jerigen untuk mengangkut air.

"Kami berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan air bersih sebab saat ini air bersih yang dipasok PDAM setempat tidak masuk ke pelosok desa," katanya.


(KR-MSR/S031)

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga