Selasa, 30 September 2014

Banjir Thailand masih mencemaskan

Jumat, 21 September 2012 13:44 WIB | 2.952 Views
Banjir Thailand masih mencemaskan
Warga Thailand berjalan melewati banjir akibat hujan lebat di provinsi selatan Thailand, Phatthalung beberapa waktu lalu. (AFP PHOTO/MADAREE TOHLALA)
Bangkok (ANTARA News) - Situasi banjir di banyak provinsi Thailand masih mengkhawatirkan terutama di provinsi-provinsi timur.

Di bagian timur Provinsi Sa Kaeo, sejumlah besar air yang mengalir ke Sungai Prachin Buri, juga terjadi di Sa Kaeo. Sayangnya, air meluap membanjiri provinsi terdekat Prachin Buri dan menenggelamkan Kabupaten Kabin Buri, mempengaruhi daerah pertanian dan rumah-rumah di sana.

Warga di daerah banjir di Prachin Buri dipaksa untuk memindahkan kendaraan mereka, serta hewan-hewan peliharaan, ke tempat yang lebih tinggi.

Beberapa penduduk desa telah dievakuasi dan tetap berada di pinggir jalan yang menyebabkan kesulitan orang untuk lalu-lalang.

Sementara itu, di provinsi tengah Nakhon Pathom, berdekatan dengan ibu kota, air dari Sungai Tha Chin meluap ke kota Nakhon Chai Si dan pasar terkenal Tha Na yang telah berumur 100 tahun sebagai pusat perdagangan di kabupaten itu.

Pemerintah setempat menggunakan pompa untuk mengalirkan air banjir ke Sungai Tha Chin guna melindungi sawah-sawah dan kebun.

Di provinsi utara Phisanulok, tiga kabupaten tetap terendam air yang meluap dari Sungai Yom.

Departemen Pencegahan Bencana dan Mitigasi pada Kamis melaporkan bahwa 15 provinsi telah terkena dampak banjir.

Ke-15 provinsi adalah provinsi barat Tak, provinsi tengah Sukhothai, Pichit, Nakhon Sawan, Nakhon Pathom, Chainat, Ang Thong, Ayutthaya, Supan Buri, bagian timur provinsi Prachin Buri, Sa Kaeo dan provinsi timur laut Chaiyaphum, yang mempengaruhi lebih dari 210.000 orang.

Sementara itu, Menteri Sains dan Teknologi Plodprasop Surasawadi, sebagai ketua Komisi Manajemen Banjir dan Air akan memulai perjalanan tiga hari ke delapan provinsi pada Jumat untuk melihat situasi banjir secara langsung.
(AK/RN)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga