Senin, 22 Desember 2014

Dirjen: industri tetap dapat subsidi listrik

| 2.643 Views
id listrik, tarif listrik, subsidi listrik, dirjen kelistrikan esdm, jarman
Dirjen: industri tetap dapat subsidi listrik
ilustrasi Dua pekerja memperbaiki instalasi listrik di Jalan Ki Hajar Dewantara, Tegal, Jateng, Kamis (20/9). FOTO ANTARA/Oky Lukmansyah)
Industri tetap dapat subsidi, hanya dikurangi,"
Jakarta (ANTARA News) - Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Jarman mengatakan pelanggan industri tetap akan mendapat subsidi listrik, meski sudah dikenai kenaikan tarif pada 2013.

"Industri tetap dapat subsidi, hanya dikurangi," katanya di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, kenaikan tarif listrik mengacu UU No 30 Tahun 2007 tentang Energi.

Sesuai UU itu, harga energi berdasarkan harga keeekonomian yang berkeadilan dan pemerintah tetap memberi subsidi untuk golongan tidak mampu.

Sementara, sesuai skenario, sejumlah pelanggan yang tidak akan memperoleh subsidi lagi pada 2013 adalah golongan rumah tangga berdaya 6.600 VA (R3), bisnis 6.600 VA-200 kVA (B2), dan bisnis 200 kVA ke atas (B3).

Namun, Jarman mengatakan, kenaikan tarif ketiga golongan pelanggan tidak lebih dari harga keekonomian atau biaya pokok penyediaan ditambah marjin sebesar tujuh persen.

Untuk R3 dan B2 yang termasuk pelanggan tegangan rendah (TR), tarif listriknya sesuai keekonomian adalah Rp1.352 per kWh.

Sementara, tarif keekonomian golongan B3 adalah Rp1.113 per kWh.

"Jadi, tidak ada satu golongan pun yang menyubsidi golongan lainnya. Maksimal sesuai harga keekonomiannya atau BPP plus marjin," katanya.

Jarman juga mengatakan, kenaikan tarif listrik sebesar 15 persen merupakan rata-rata. "Kenaikan per pelanggan berbeda-beda," katanya.

Menurut dia, besaran kenaikan per pelanggan masih menunggu penetapan UU APBN 2013.

Selanjutnya, pemerintah akan mengeluarkan peraturan Menteri ESDM sebagai dasar hukum kenaikan tarif listrik.

"Namun, kami pastikan aturannya keluar sebelum kenaikan tarif diberlakukan mulai 1 Januari 2013," katanya.

Jarman juga mengatakan, selain per triwulan, pemerintah juga tengah mengkaji kenaikan tarif per bulan.
(K007/N002)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga