Sabtu, 26 Juli 2014

PT IMK rambah situs cagar budaya Kalteng

Jumat, 21 September 2012 20:25 WIB | 1.984 Views
Palangka Raya, Kalteng (ANTARA News) - PT Indo Moro Kencana-Straits (IMK), dituding telah merambah Situs Cagar Budaya Bukit Puruk Kambang, Kecamatan Tanah Siang Selatan, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah.

"Kondisi saat ini, PT IMK-Straits telah melakukan penambangan emas pada wilayah Situs Cagar Budaya Bukit Puruk Kambang, yang jaraknya hanya sekitar 100 meter dari kaki bukit," kata Ketua I Dewan Adat Dayak (DAD) Murung Raya, Herianson D Silam, di Palangka Raya, Jumat.

Sehingga DAD Murung Raya minta ketegasan perusahaan dari Australia yang bergerak di bidang pertambangan emas ini untuk menghentikan aktivitas penambangan di kawasan situs itu.

Jika pihak perusahaan tidak menghentikan aktivitas penambangan di wilayah situs tersebut, maka DAD Murung Raya akan melaporkan pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan itu kepada berbagai pihak melalui jalur hukum, bahkan akan dilaporkan ke Kedutaan Besar Australia.

Ia mengatakan bahwa organisasi-organisasi masyarakat Dayak yang ada di Murung Raya mengharapkan pihak perusahaan agar melakukan penambangan minimal diluar radius 1.000 meter dari kaki bukit.

"Kami tidak ingin menutup ataupun melarang PT IMK-Straits untuk berinvestasi di Murung Raya, namun yang kami larang adalah kegiatan perusahaan yang merambah atau menambang di sekitar situs yang kami sakralkan itu," katanya.

Meskipun situs tersebut masuk dalam areal kuasa pertambangan perusahaan, namun menurut ketentuan perundangan, ketika dalam areal kuasa pertambangan ada situs cagar budaya, maka wajib dikeluarkan dari areal penambangan.

Situs Cagar Budaya Puruk Kambang merupakan aset dan salah satu situs cagar budaya yang disakralkan secara turun temurun oleh etnis Suku Dayak di Kabupaten Murung Raya.

Sejak dahulu dan keberadaannya telah dilaporkan melalui surat tertanggal 17 Oktober 1990 dengan perihal permohonan/himbauan agar bukit tersebut tetap dipelihara kelestariannya sesuai dengan keadaan aslinya, jelas Herianson.

Secara legal formal situs tersebut sudah diakui oleh pemerintah melalui Surat Departemen Pertambangan dan Energi RI Kantor Wilayah Provinsi Kalteng Nomor: 146/005/PKY/1994 tanggal 9 Juni 2004 perihal kelestarian Puruk Kambang.

Kemudian Surat Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kantor Wilayah Provinsi Kalteng Nomor: 2647/I25.D2/J/1994 tanggal 27 Juni 1994 dengan perihal status Puruk Kambang di Desa Oreng, Kecamatan Tanah Siang, Kabupaten Barito Utara terdaftar dalam buku inventaris situs/benda cagar budaya Kateng nomor 301.

Lalu Surat Departemen Pertambangan dan Energi RI Direktorat Jenderal Pertambangan Umum Nomor: 1809 A/20/DJP/1994, tanggal 30 September 1994 perihal Pelestarian Puruk Kambang.

"Surat tersebut ditujukan kepada Direksi PT IMK di Jakarta, yang intinya agar tidak diganggu oleh kegiatan penambangan maupun pembangunan sarana/prasarana dan sekaligus agar ikut membantu melestarikannya," katanya.

Selanjutnya surat Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kalteng Nomor: 522.5/1916/Ek tanggal 7 Nopember 1994 perihal Pelestarian Puruk Kambang.

(ANTARA)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca