Rabu, 20 Agustus 2014

Satu SSK personel Polrestabes sisir kampus UMI

Selasa, 25 September 2012 02:14 WIB | 2.027 Views
Makassar (ANTARA News) - Pascatawuran berdarah di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, sebanyak satu kompi aparat Polrestabes dan Polsekta Panakkungan Makassar melakukan penyisiran senjata tajam untuk mengantisipasi bentrokan lanjutan.

"Penyisiran yang kami lakukan ini berdasarkan permintaan dari pihak rektorat kampus yang menginginkan adanya kedamaian pascatragedi berdarah yang terjadi pada Kamis (20/9)," ujar Kabag Ops Polrestabes Makassar AKBP Hotman Sirait di Makassar, Selasa.

Penyisiran yang dilakukan oleh anggota Samapta, Reskrim dan Intelkam itu dilakukan sejak sore hingga malam hari karena dikhawatirkan akan adanya aksi balas dendam dari mahasiswa teknik.

Hotman mengatakan, pihaknya akan tetap memantau perkembangan perkuliahan di kampus UMI tersebut dan tidak lupa tetap mengharapkan adanya kerjasama dari pihak kampus untuk menciptakan suasana yang kondusif.

"Kami akan berusaha memberikan keamanan dengan mengerahkan banyak personel, tetapi itu tidak akan terjadi jika pihak kampus tidak kooperartif. Makanya, kami mengharapkan kerjasamanya agar semuanya berjalan lancar," katanya.

Sebelumnya, tawuran di Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Sulawesi Selatan, menewaskan satu orang mahasiswa, Kamis (20/9).

Diketahui mahasiswa tersebut bernama Ibrahim angkatan 2008 Fakultas Teknik Elektro.

Korban akhirnya menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Ibnu Sina akibat luka tusukan yang diduga berasal dari benda tajam ke perutnya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, tawuran dipicu persoalan sepele disebabkan salah satu mahasiswa yang saat ini diselidiki polisi identitasnya melaporkan telah ditegur lalu dipukuli seniornya mahasiswa Jurusan Teknik Mesin karena mengunakan baju PHD milik jurusan lain.

Tidak terima diperlakukan kasar, hal itu kemudian dilaporkan kepada kerabatnya di Jurusan Teknik Sipil UMI tidak jauh dari Jurusan Teknik Mesin. Sontak hal itu memicu amarah dan mengumpulkan rekan-rekannya menyerang jurusan teknik mesin.

Tawuran sesama fakultas itu pun pecah, kaca jendela gedung dan puluhan batu melayang ke udara satu sama lain sehingga terlihat mirip perang, bahkan beberapa senjata tajam dan anak panah pun dikeluarkan.

Korban pada saat itu ikut dalam penyerangan karena soldaritas terkena tikaman pada bagian perutnya. melihat korban terjatuh, rekan-rekannya pun langsung melarikan korban ke RS Ibnu Sina berada di depan kampus UMI.

Saat ditangani tim dokter, korban tidak sempat tertolong karena mengeluarkan banyak darah akhirnya meninggal dunia. Mengetahui korban meninggal rekan-rekannya kemudian kembali melakukan serangan balasan ke Jurusan Teknik Mesin.

Ketika jumlah massa semakin bertambah, polisi yang sudah mengetahui adanya tawuran langsung mengarah ke lokasi dan turun ke lapangan menghalau mahasiswa untuk balas dendam.

Saat ini pihak keluarga masih menunggu jenazah dan mengurus adiministrasi rumah sakit.

Seusai mengamankan tawuran, polisi dari Polsek Panakukang kemudian melakukan penyisiran di Fakultas Teknik dan sejumlah ruangan. Dalam penyisiran tersebut polisi berhasil menyita berbagai senjata tajam seperti Parang, Badik, Cerulit dan Anak panah beserta busurnya.

"Kami segera menyelidiki apa motif tawuran ini. Tindakan tegas berupa saksi akademik, tetap kita berikan kepada mahasiswa yang melakukan pelanggaran yang merusak nama baik kampus," tutur Wakil Rektor III Prof Achmad Gani.

Saat ditanyai apa sanksi akademik yang dijatuhkan, kata dia, bila pelanggran ringan akan diskors selama dua semester, pelanggaran berat skors empat semester dan secara sengaja menghilangkan nyawa orang maka dipecat dan diproses hukum.

"Kalau pelanggaran menghilangkan nyawa seseorang maka dikeluarkan dari kampus dan dikembalikan ke orang tuanya termasuk proses hukum tetap jalan," tegasnya.

Dikonfimasi Kepala Polrestabes Makassar Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Erwin Triwanto menyatakan, pihaknya segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang sengaja menghilangkan nyawa seseorang.

"Identitas sudah dikantongi, tapi kita tetap melakukan penyelidikan kebenaran dan mengungkap apa motif sehingga terjadinya tawuran dan menangkap pelaku," katanya seusai mengunjungi korban di RS Ibnu Sina. (ANT)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga