Kamis, 2 Oktober 2014

Keluarga sebut korban tawuran Tebet anak baik

Rabu, 26 September 2012 22:06 WIB | 5.679 Views
Keluarga sebut korban tawuran Tebet anak baik
Korban Tawuran Pelajar Jenazah korban tawuran pelajar siswa SMA Yayasan Karya 66 (Yake) Deny Januar dibawa pulang ke rumah duka dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Rabu, (26/9). FOTO ANTARA/Reno Esnir)
Dia anaknya baik, kalem dan setahu saya belum pernah `berantem`. Dia ikut kegiatan marawis dan pengajian di lingkungan rumah,"
Jakarta (ANTARA News) - Paman dari Denny Januar (17) pelajar SMK Yayasan karya 66 (Yake) yang menjadi korban tewas akibat tawuran di daerah Tebet, mengatakan korban merupakan anak baik, yang aktif berkegiatan positif di lingkungan tempat tinggal.

"Dia anaknya baik, kalem dan setahu saya belum pernah `berantem`. Dia ikut kegiatan marawis dan pengajian di lingkungan rumah," ujar paman korban Tito Fieryadi, dijumpai di Rumah Sakit RSCM, Jakarta, Rabu.

Menurut Tito, Denny merupakan anak tunggal. Denny tinggal bersama ibu dan paman-pamannya yang lain di rumah kawasan Kampung Bali Matraman, Gang Rusa IV, Kelurahan Manggarai Selatan, Kecamatan Tebet.

Tito mengatakan Denny biasanya langsung pulang ke rumah setelah sekolah. Dia mempertanyakan keberadaan Denny di Jalan Sahardjo, Tebet, yang merupakan lokasi tawuran, sebab di sana bukan merupakan arah pulang setelah dari sekolah.

"Saya bingung kok dia bisa ada di situ, tawuran. Itu bukan jalur pulang dari sekolah, dan biasanya dia langsung pulang," kata dia.

Menurut Tito, ibu Denny merupakan orang tua tunggal yang bekerja melakukan riset di sebuah perusahaan. Meskipun begitu, semua paman Denny, selalu ikut membantu mengawasi Denny.

Tito mengatakan jenazah Denny kemungkinan besar baru akan dimakamkan besok, namun tempat pemakaman masih akan dibicarakan dengan keluarga besar.

"Kemungkinan besar besok dimakamkan karena jenazah masih diperiksa. Mungkin dimakamkan di pemakaman Menteng Pulo, karena itu yang paling dekat dari rumah, tapi belum bisa dipastikan," kata dia.

Tito mengharapkan seluruh teman korban bisa mengikhlaskan kepergian Denny. Dia mengimbau teman Denny untuk tetap tenang menyikapi kejadian ini.

"Untuk pihak kepolisian, saya harap bisa mengusut siapa pelakunya hingga tuntas, dan di hukum sesuai dengan perbuatannya. Saya harap ini kejadian ini merupakan kejadian terakhir," kata Tito.

Denny meninggal dunia akibat terluka sabetan senjata tajam, karena terlibat tawuran dengan SMK Kartika Zeni, di Jalan Sahardjo, Tebet, Jakarta, Rabu siang. Denny yang tewas di lokasi tawuran dibawa rekannya dengan menggunakan taksi ke Rumas Sakit RSCM.

Kejadian tawuran yang menewaskan pelajar, sebelumnya juga terjadi di Bulungan pada Senin (24/9). Pada peristiwa tersebut Alawy siswa SMAN 6 meninggal dunia terkena sabetan senjata tajam, oleh oknum siswa SMAN 70.
(SDP-47/Z003)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga