Sabtu, 2 Agustus 2014

Kebakaran hutan dan lahan akibat kelalaian manusia

Kamis, 27 September 2012 16:22 WIB | 18.830 Views
Kebakaran hutan dan lahan akibat kelalaian manusia
Ilustrasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (FOTO ANTARA/Untung Setiawan)
Musi Rawas (ANTARA News) - Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatra Selatan, sehingga mengakibatkan kabut asap di daerah itu dan sekitarnya disebabkan oleh kelalaian manusia.

"Penyebab kebakaran hutan dan lahan yang terjadi selama ini faktor kelalaian manusia. Coba kalau membakar hutan atau lahan yang akan dijadikan kebun sebelum dibakar direlokasi terlebih dahulu dan dilakukan pada pagi hari, karena saat itu hembusan angin tidak terlalu kencang sehingga api tidak akan menjalar ke lokasi lain," kata Kepala Bidang Pengamanan Hutan pada Dinas Kehutanan Musi Rawas, Tri Retiyanto, Kamis.

Pembukaan lahan dengan cara dibakar, kata dia, baik untuk pembukaan areal pertanian dan perkebunan baru saat musim kemarau sudah dilarang pemerintah dan pihak kepolisian serta melanggar UU Nomor 41/1999 tentang Kehutanan dan UU Nomor 18/2004 tentang Perkebunan dengan ancaman 12 tahun penjara. Namun aksi ini tetap saja terjadi setiap tahunnya.

Keterbatasan personil, peralatan serta anggaran yang dimiliki dinas kehutanan setempat juga menghambat kinerja petugas guna memadamkan kebakaran dalam 21 kecamatan di daerah itu.

Saat ini Dishut Musi Rawas hanya memiliki 20 orang petugas penanganan kebakaran hutan yang dibagi menjadi tiga regu, dengan keanggotaan berasal dari petugas Polhut dan PNS serta dibantu beberapa relawan dengan luasan hutan dan kawasan yang diamankan mencapai 350.000 hektare.

Berdasarkan pantauan satelit Terra/Aqua modis milik NASA yang mengidentifikasi titik api dengan luasan kebakaran satu hektare atau lebih menemukan titik api atau hotspot di daerah itu hingga akhir September 2012 sudah mendekati jumlah 500 titik. Kendati dalam beberapa minggu belakangan hujan sempat turun hujan beberapa kali sehingga memadamkan titik api, namun titik api kembali muncul beberapa hari selanjutnya.

Untuk itu pihaknya saat ini terus melakukan patroli pada beberapa kecamatan yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan. Kemudian meminta agar warga yang akan membuka lahan perkebunan tidak melakukan pembakara karena berpotensi menimbulkan kebakaran.

Sebelumnya, jumlah titik api di Kabupaten Musi Rawas, selama Agustus 2012 tercatat sebanyak 259 titik api, kemudian periode 1-7 September jumlah titik api tercatat sebanyak 267 titik api dan sampai 26 September 2012 jumlah titik api serupa sudah mendekati 500 titik.

Dari 21 kecamatan yang ada di daerah itu, terdapat 15 kecamatan yang rawan kebakaran hutan dan lahan antara lain Kecamatan Suku Tengah Lakitan Ulu Terawas, Bulang Tengah Suku Ulu, Jayaloka, Karang Dapo, Karang Jaya, Megang Sakti, Muara Beliti, Muara Kelingi, Muara Lakitan, Rupit, Nibung, Rawas Ilir, Rawas Ulu, Selangit dan Kecamatan Ulu Rawas.
(ANTARA)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga