Kamis, 31 Juli 2014

Gorontalo Utara bangun kelas di perbatasan

Minggu, 30 September 2012 10:19 WIB | 2.337 Views
Gorontalo Utara bangun kelas di perbatasan
ilustrasi sekolah dengan bangunan yang tidak memadai (ANTARA/Ahmad Subaidi)
Gorontalo (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo Utara akan membangun Ruang Kelas Baru (RKB) di sekolah kelas jauh yang ada di wilayah perbatasan.

Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin memaparkan kondisi persekolahan di wilayah perbatasan di daerah itu, masih sangat memprihatinkan.

Wilayah yang dia maksud adalah Kecamatan Tolinggula, yang berada di wilayah perbatasan Gorontalo dan Buol (Toli-Toli) Sulawesi Tengah.

Para pelajar di tingkat sekolah dasar, khususnya kelas jauh Polahua Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Tolinggula Pantai, terpaksa bersekolah di tempat darurat, yang terbuat dari dinding jelaga dan atap rumbia.

"Jumlah peserta didiknya pun hanya 13 orang, disebabkan orang tua lebih memilih menyekolahkan anaknya di sekolah yang lebih memadai yang dimiliki Pemkab Buol (Toli-toli)," ungkap Bupati saat meninjau kondisi sekolah tersebut.

Menurut bupati, pada tahun anggaran 2013 nanti, pemerintah daerah akan mengalokasikan pembangunan tiga unit RKB di sekolah itu.

Agar seluruh pelajar di wilayah perbatasan, bisa mendapatkan pendidikan di sekolah yang telah disiapkan pemerintah daerah.

Sebab di wilayah perbatasan sendiri, pemerintah daerah telah menyediakan sarana dan prasarana pendidikan, termasuk pendidikan gratis, beasiswa kepada siswa dari keluarga kurang mampu, bantuan seragam dan alat tulis menulis, serta tenaga guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Guru Tidak Tetap (GTT).

"Pemerintah daerah berharap, konsep pendidikan gratis yang terus dijalankan, akan dinikmati seluruh siswa termasuk yang berada di wilayah terpencil, ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai," Ujar Bupati.

Kondisi persekolahan di wilayah Kecamatan Tolinggula sendiri cukup memadai, ditunjang dengan jumlah sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sejumlah 19 unit, 14 unit Sekolah Dasar (SD), tujuh unit Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan satu unit Sekolah Menengah Atas (SMA).

Tenaga guru mencapai 81 orang PNS dimana 16 guru telah tersertifikasi, dan 177 orang GTT.

(KR-MTO/H013)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca