Minggu, 21 Desember 2014

Minuman kesehatan gula semut dipasarkan ke China

| 3.067 Views
id minuman kesehatan, minuman organik, gula semut, tanaman obat
Dengan adanya produksi minuman kesehatan berbahan gula semut dan rempah-rempah, petani di Kecamatan Kokap bersemangat untuk menanam berbagai jenis tanaman obat dipekarangannya...."
Kulon Progo (ANTARA News) - Berbagai jenis produk minuman kesehatan siap seduh berbahan baku gula semut di Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dipasarkan hingga China dan Belanda.

"Kami menjual berbagai produk minuman kesehatan organik berbahan baku gula semut melulai eksportir di Bali. Kami belum mampu memasarkan ke luar negeri secara mandiri," kata staf "Sumber Rejeki", Alip Budianto di Kulon Progo, Senin.

Menurut Alip, prospek pasar minuman kesehatan sangat tinggi. Selain permintaan luar negeri, permintaan pasar lokal juga sangat tinggi. Toko jamu tradisional hingga toko ternama di Kota Yogyakarta siap menampung produksi minuman kesehatan yang dibuat kelompoknya.

Ia mengatakan, sedikitnya ada 10 jenis minuman kesehatan organik diantaranya gula semut jahe, kunyit, temu lawak, kencur, dan madu murni.

"Produksi jenis minuman kesehatan organik sudah mendapatkan izin dari BPOM, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo. Kami juga menjamin, produksi kami sangat memenuhi standar kesehatan," kata dia.

Dia mengatakan, masing-masing jenis minuman kesehatan memiliki khasiat. Gula semut jahe mempunyai manfaat untuk mencegah masuk angin, perut kembung, flu, batuk, penghangat badan, dan membuat payudara montok dan berisi. Gula semut kunir putih bermanfaat untuk mencegah atau mengurangi penyakit kanker, tumor dan gejala dini stroke.

Gula semut temu lawak bermanfaat untuk menyembuhkan gangguan lever, mencegah hepatitis, membantu pencernaan, dan menyembuhkan lambung dan gangguan ginjal.

"Harga yang kami tawarkan sangat murah, mulai dari Rp3.500 per 100 gram hingga Rp50.000 per kilogram. Harga ini masih dapat berkurang jika pembeliannya dalam jumlah banyak," kata Alip.

Dia mengatakan, kelompoknya mampu memproduksi lima ton minuman kesehatan organik setiap bulannya. Pengerjaan pembuatan minuman kesehatan dilakukan secara higienis dan melalui uji mutu supaya produk yang dijual memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan. Bahan baku yang digunakan, kata Alip, dibeli dari petani setempat dengan harga Rp1.000 hingga Rp2.000 per kilogram.

"Dengan adanya produksi minuman kesehatan berbahan gula semut dan rempah-rempah, petani di Kecamatan Kokap bersemangat untuk menanam berbagai jenis tanaman obat dipekarangannya. Kegiatan pertanian ini, dapat menambah pendapatan petani," kata dia. (ANT)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga