Pekanbaru (ANTARA News) - Anggota Kepolisian Resort Kota Pekanbaru, Riau, menembak seorang ketua kelompok geng motor "GN" yang diduga terlibat penganiayaan terhadap sejumlah warga.

"Pria yang diindikasi sebagai ketua kelompok geng motor tersebut, yakni berinisial Wen (28), warga Pekanbaru," kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Adang Ginanjar di Pekanbaru, Selasa.

Ia menjelaskan, Wen yang diduga sebagai otak pelaku atas keberingasan kawanan geng motor hingga menganiaya sejumlah warga itu ditangkap pada Senin (1/10) sekitar pukul 20.30 WIB di Jalan Tawon, Pekanbaru.

Tersangka, kata Kapolresta, terpaksa ditembak setelah mencoba melawan petugas yang hendak menangkap lalu menggiringnya ke Markas Polresta Pekanbaru.

Bahkan, kata dia, saat disergap pelaku tengah membawa senjata tajam jenis pisau rambo sehingga cukup membahayakan bagi petugas.

Dari hasil penelusuran atas identitas pelaku Wen, demikian Adang, diindikasi pelaku ini juga merupakan seorang residivis atau pernah dihukum penjara setelah terbukti melakukan penjambretan.

Untuk kasus terbaru bersama anggota geng motor lainnya, kata Kapolresta, Wen diduga turut terlibat di sejumlah kasus atas tindak penganiayaan dan perusakan.

Yang pertama, kata dia, yakni kasus perusakan yang sebelumnya dilaporkan warga ke Markas Polsek Bukit Raya, Pekanbaru.

Kemudian pelaku Wen, kata Adang, juga diduga melakukan penganiayaan, yakni membacok seorang warga dengan tempat kejadian di depan Purna MTQ Pekanbaru, korbannya atas nama Febri Al, warga Simpang Kualu, Kecamatan Tampan.

Selanjutnya, Wen diduga juga terlibat kasus penganiayaan berat berupa pembacokan terhadap seorang warga lainnya dengan TKP, yakni di Jalan Diponegoro yang sebelumnya korban melaporkan kasus tersebut ke Polsek Limapuluh Kota, Pekanbaru.

Rentetan keterlibatan Wen tidak putus sampai di beberapa perkara tersebut, menurut Kapolresta, pelaku diduga juga terlibat penganiayaan terhadap seorang anggota Dharma Wanita dengan TKP juga di Jalan Diponegoro, Pekanbaru.
(FZR/S023)