Kamis, 31 Juli 2014

Seorang kakek membunuh karena dendam kesumat

Kamis, 4 Oktober 2012 07:47 WIB | 2.267 Views
Ambon (ANTARA News) - Akibat konflik keluarga yang berujung dendam kesumat, seorang kakek berinisial MS (63), di Negeri Soya, Kecamatan Sirimau (Kota Ambon) tega melakukan aksi pembunuhan secara sadis terhadap Mas (74) pada Senin (1/10) sekitar pukul 20.30 WIT.

"Tersangkanya sudah kami amankan untuk pemeriksaan lanjutan," kata Kapolres Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKBP Suhar Wiyono, di Ambon, Rabu.

Menurut Kapolres, modus yang dilakukan tersangka di tempat kejadian perkara cukup rapi, dimana dia masuk rumah korban dan membunuhnya kemudian keluar dan melaporkan kepada para tetangga bahwa korban Mas telah meninggal dunia.

Aparat kepolisian yang datang ke lokasi kejadian dan melakukan olah TKP sempat meminta keterangan sejumlah saksi termasuk pelaku, dan akhirnya MS mengakui perbuatannya menghabisi nyawa korban karena masalah dendam keluarga.

Kapolres mengatakan, polisi saat ini sedang melakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap tersangka terkait persoalan keluarga seperti apa yang membuatnya begitu dendam hingga tega menghabisi nyawa korban.

MS adalah seorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil yang bertugas di Kantor Dinas Tata Kota Pemkot Ambon, sedangkan korbannya masih merupakan ipar dari pelaku dan memiliki hubungan keluarga yang cukup dekat.

Pembunuhan berencana ini bermula dari korban yang baru pulang menghadiri ibadah pemakan salah satu kerabat mereka di Dusun Kayu Putih, (Desa Soya) pada Senin malam (1/10).

Pelaku yang melihat koran dalam keadaan sendiri di rumah langsung masuk dan menghabisi Mas dengan sebuah kayu rep ukuran 5 x 7 Cm.

"Dari hasil pemeriksaan polisi di TKP, korban diduga tewas akibat terkena pukulan benda tumpul di bagian kepala sehingga darah segar keluar dari mulut dan hidungnya. Sejumlah barang bukti yang diamankan polisi di lokasi kejadian seperti seuah balok kayu ukuran 5 x 7 Cm, sehelai handuk, baju kaos dan celana yang berlumuran darah," kata Kapolres. (D008/J007)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga