Selasa, 21 Oktober 2014

KPK lindungi rumah Novel di Kelapa Gading

| 3.610 Views
id novel baswedan, penyidik kpk, djoko susilo, wa ode, miranda
KPK lindungi rumah Novel di Kelapa Gading
Tersangka kasus pengadaan simulator SIM Irjen Pol. Djoko Susilo menunggu di ruang tamu KPK, Jakarta, Jumat (5/10). Djoko Susilo atau DS akhirnya memenuhi panggilan KPK setelah tidak hadir pada panggilan pemeriksaan pertama pada Jumat lalu. (FOTO ANTARA/Rosa Panggabean) ()
Novel termasuk salah satu penyidik yang memeriksa langsung Djoko Susilo, Novel juga menangai kasus Miranda dan Wa Ode."
Jakarta (ANTARA News) - Komisi Pemberantasan Korupsi melindungi rumah penyidiknya Kompol Novel Baswedan yang didatangi oleh anggota Polri.

"Kami sudah mengirimkan tim perlindungan untuk ke rumah Pak Novel di Kelapa Gading," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di gedung KPK Jakarta, Sabtu.

Menurut Bambang, di sekitar rumah Novel yang berada di Jalan Kelapa Puan Timur II ND no 22 Kelapa Gading, didatangi anggota Polri yang diduga berasal dari Densus Polda Metro Jaya.

"Mereka menanyakan asal usul rumah dan sebelumnya juga ada yang mau masuk ke dalam rumah, hal ini tidak cuma terjadi terhadap Novel tapi juga penyidik kasus simulator yang lain," ungkap Bambang.

Abang kandung Novel, Taufik Baswedan yang juga datang ke KPK mengatakan bahwa adiknya memang sering mendapatkan ancaman saat menangani perkara korupsi simulator SIM.

"Ancaman sangat sering didapat terkait dengan simulator, misalnya orang datang ke rumah untuk foto-foto," kata abang kandung Novel, Taufik Baswedan yang juga merupakan sepupu Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan di gedung KPK Jakarta, Jumat malam (5/10).

Bambang mengungkapkan bahwa Novel memang anggota satuan tugas yang menangani kasus korupsi simulator SIM roda empat dan roda dua di Korlantas Polri yang menyeret Irjen Pol Djoko Susilo sebagai tersangka.

"Novel termasuk salah satu penyidik yang memeriksa langsung Djoko Susilo, Novel juga menangai kasus Miranda dan Wa Ode," ungkap Bambang.

Terkait dengan tuduhan bahwa Novel melakukan tidak pidana yang menghilangkan nyawa seseorang di Bengkulu pada 2004, Bambang menyatakan bahwa ia akan meminta agar Novel disediakan kuasa hukum.

"Kami sudah meminta beberapa kolega untuk menjadi pengacara Novel, KPK harus mendukung soal pengacara dan apa yang baik untuk membela Novel, tapi harus ada rapat pimpinan, bila diputuskan tidak ada kasusnya maka kasus ini dianggap tidak ada," jelas Bambang.

Novel menurut Bambang bukan termasuk lima orang yang tidak melapor ke Polri karena tidak mendapatkan surat perpanjangan tugas di KPK pada 12 September.

"Novel bukan termasuk 5 orang yang tidak melapor, dia adalah pegawai negeri yang statusnya sebagai pegawai KPK," ungkap Bambang.

KPK memang telah melakukan alih status terhadap 28 orang penyidik asal Polri sebagai anggota KPK.

Meski terjadi masalah ini, KPK tetap melanjukan penyidikan kasus simulator karena KPK tidak dapat mundur saat sudah melakukan penyidikan.

Karena kasus ini mencuat, KPK mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan yang mendatangi gedung KPK untuk memberi dukungan sejak Jumat malam (5/10).

Para petugas polisi hingga 2 kompi yang tidak menggunakan seragam juga berada di sekitar gedung KPK hingga saat ini. (D017/R021)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga