Selasa, 2 September 2014

PVMBG harapkan radius bahaya Lokon steril

Minggu, 7 Oktober 2012 22:30 WIB | 2.216 Views
PVMBG harapkan radius bahaya Lokon steril
Gunung Lokon mengeluarkan debu vulkanik ketika difoto dari Pos pemantauan Gunung Lokon, Tomohon, Sulawesi Utara, Minggu (7/10). letusan tersebut terjadi pada pukul 14.05 WITA dengan ketinggian letusan sekitar 3000 meter. (ANTARA/Fiqman Sunandar) ()
Manado (ANTARA News) - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, Surono, mengharapkan area radius bahaya letusan Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, sudah steril dan tidak ada warga yang beraktivitas di area itu.

"Kami merekomendasikan agar tidak ada aktivitas masyarakat di radius bahaya 2,5 kilometer (dari kawah Tompaluan)," kata Surono di Manado, Minggu.

Dia mengatakan, hingga kini PVMBG Bandung masih menetapkan status siaga level III, setelah terjadi letusan pada pukul 14.05 WITA.

"Sempat terdengar bunyi dentuman yang mengiringi letusan. Dentuman ini sempat terdengar hingga ke Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu yang berjarak sekitar enam kilometer dari kawah," kata Surono.

Sementara Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu, PVMBG, Badan Geologi Bandung, Farid Ruskanda Bina, di Kakaskasen Kota Tomohon mengatakan, setelah terjadi letusan aktivitas kegempaan berangsur menurun, walaupun masih terekam terjadinya dua sampai tiga kali gempa vulkanik dangkal.

"Aktivitasnya berfluktuatif. Kami tidak bisa memperkirakan bagaimana kegempaannya setelah beberapa jam kemudian," kata Farid.

Farid menambahkan, apabila terjadi peningkatan signifikan, pihaknya akan menyampaikan informasi tersebut ke pihak-pihak terkait yang ada di Kota Tomohon dan Provinsi Sulawesi Utara.

"Setiap perkembangan kegempaan Gunung Lokon kami teruskan ke PVMBG Bandung serta pemerintah kota dan BPBD provinsi," kata dia.

Dia menambahkan, setelah terjadi letusan pada pukul 14.05 WITA Minggu (7/10), terjadi satu kali letusan susulan pada pukul 14.19 WITA, namun intensitas letusannya lebih kecil dibanding dengan letusan utama.

(ANT-305/Z003)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Baca Juga